Rabu, 08 Juni 2011
JUDUL SKRIPSI JURUSAN KESEHATAN
Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Tentang Aborsi di SMA Negeri XX
Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak kesakitan dan kematian ibu, tetapi kenyataannya terdapat 23 juta perempuan melakukan aborsi. Data WHO menyebutkan bahwa 15 – 50% kematian ibu disebabkan oleh pengguguran kandungan yang tidak aman. Dari 20 juta pengguguran kandungan yang tidak aman yang dilakukan tiap tahun, bahwa masih tingginya kematian wanita akibat pengguguran kandungan yang tidak aman. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan SMA Negeri XX tentang Aborsi pada tingkat tahu dan paham.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif, jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 50 siswi dari jumlah populasi sebanyak 250 siswi diambil secara simpel rando, sampling dengan diundi setiap kelas. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri XX tanggal 5 sampai 11 September 2009.
Berdasarkan analisa deskriptif diperoleh hasil bahwa tingkat pengetahuan siswi SMA tentang aborsi pada tingkat tahu sebagian besar baik (66%). Demikian juga pada tingkat paham memiliki tingkat pengetahuan baik (48%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ternyata pengetahuan siswi SMA Negeri XX tentang aborsi rata-rata adalah baik. Hal ini dikarenakan pengetahuan seseorang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor usia dan pendidikan orang tua. Saran yang dapat diberikan adalah agar pendidikan tentang kesehatan reproduksi lebih ditingkatkan dan juga keterbukaan dalam proses pendidikan seks sebaiknya dimulai dari keluarga. Karena keluarga adalah sarana sosialisasi paling utama sebelum siswi bersosialisasi dengan dunia luar.
Kode file : K300
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (daftar isi, dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar Pustaka
- Lampiran2 (Kuesioner, dll)
Bentuk file : Ms.word
Charge : Rp. 70.000,-
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Akseptor KB Suntik tentang Efek Penambahan Berat Badan di BPS XX
Setiap metode kontrasepsi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemberian kontrasepsi suntikan sering menimbulkan gangguan haid (amenorea). Gangguan haid ini biasanya bersifat sementara dan sedikit sekali mengganggu kesehatan. Selain itu juga dapat terjadi efek samping seperti mual, sakit kepala, muntah, spotting (perdarahan bercak), nyeri payudara serta penambahan berat badan. Namun efek-efek samping ini jarang terjadi, tidak berbahaya dan cepat hilang. Dari studi pendahuluan yang dilakukan dengan cara wawancara di BPS XX, dari 34 akseptor KB suntik yang ditemui, 26 orang mengatakan mengalami penambahan berat badan. Karena penambahan berat badan yang terus menerus dan kurangnya pengetahuan ibu akan efek samping pada setiap metode KB maka seringkali ibu merasa khawatir dan mengatakan akan memilih metode kontrasepsi yang lain. Apabila ibu dengan pengetahuan yang kurang, maka tidak jarang ibu akan tetap memilih KB yang tidak tepat.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap akseptor KB suntik tentang efek penambahan berat badan.
Penelitian ini menggunakan disain Analitik Korelasi yang bertujuan menganalisa hubungan 2 variabel yaitu variabel pengetahuan Akseptor KB suntik dan variabel sikap Akseptor tentang efek penambahan berat badan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua Akseptor KB suntik per tahun yang berjumlah 102 orang , tekhnik sampling yang digunakan adalah quota sampling, sampel yang digunakan sebanyak 31 orang. Tempat penelitian ini adalah BPS XX.
Hasil penelitian menunjukkan, dari 31 Akseptor paling banyak memiliki pengetahuan baik bersikap positif sebanyak 13 orang sedangkan yang berpengetahuan cukup baik bersikap positif adalah sebanyak 7 orang. Dan setelah dilakukan uji statistik Chi-Square maka didapatkan = 0,0001. Nilai tersebut kurang dari 0,05 sehingga H
ditolak dan H
diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap Akseptor KB suntik tentang efek penambahan berat badan.
Kode file : K299
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (daftar isi, dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar Pustaka
- Lampiran2 (Kuesioner, dll)
Bentuk file : Ms.word
Charge : Rp. 70.000,-
Hubungan Status Gizi dengan Pencapaian Motorik Milestone Anak Umur 3-18 Bulan Di Wilayah Kerja Posyandu Melati Desa XX
Periode yang sangat penting dalam tumbuh dan kembang anak adalah masa balita karena pada masa ini merupakan pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Menurut hasil survei yang dilakukan World Vision dan AKZI Surabaya terhadap 652 balita menunjukkan bahwa 79,1% tingkat asupan energinya kurang dan hanya 20,9% yang tingkat asupan energinya tergolong cukup. Sedangkan tingkat asupan proteinnya 59,6% tergolong cukup dan 40,0% kurang. KEP sebagai salah satu masalah gizi utama yang terjadi pada balita sangat berpengaruh pada proses tumbuh dan kembang anak (Husaini, dkk. 2003). Bila keadaan tersebut tidak segera diperbaiki tentunya akan berpengaruh pada status gizi dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara status gizi dengan pencapaian motorik milestone anak umur 3-18 bulan.
Penelitian ini menggunakan disain Analitik Korelasi yang bertujuan menganalisa hubungan 2 variabel yaitu variabel status gizi dan variabel pencapaian motorik milestone. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua anak umur 3-18 bulan yang memenuhi persyaratan kriteria inklusi yang berjumlah 20 orang anak dan dengan menggunakan total populasi sampling, sampel yang digunakan sebanyak 20 orang anak.
Berdasarkan hasil uji statistik Corelation Spearman Rank diperoleh nilai rho hitung = 0,627068, rho tabel dengan taraf kesalahan 5% = 0,450 dan rho tabel dengan taraf kesalahan 1% = 0,591. perhitungan ini menunjukkan bahwa nilai rho hitung > nilai rho tabel baik untuk taraf kesalahan 5% maupun taraf kesalahan 1%. Dengan demikian penelitian ini menerima H1 yang membuktikan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara Hubungan Status Gizi dengan Pencapaian Motorik Milestone Anak Umur 3-18 Bulan
Kode file : K298
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (daftar isi, dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar Pustaka
- Lampiran2 (Kuesioner, dll)
Bentuk file : Ms.word
Charge : Rp. 70.000,-
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang ANC dengan Keteraturan ANC di BPS XX
Menurut survey SDKI tahun 2002/2003 angka kematian ibu mencapai 307/100.000 kelahiran hidup. Di Jawa Timur tahun 2004 angka kematian ibu mencapai 69/100.000 kelahiran hidup. Hal ini menunjukkan masih tingginya angka kematian ibu hamil. ANC merupakan salah satu usaha untuk memantau kesejahteraan ibu dan janin selama kehamilan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC dengan keteraturan ANC.
Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian cross sectional, penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli sampai 30 Agustus 2009 di BPS XX dengan jumlah sampel 33 responden, pengambilan sampelnya secara accidental sampling, sebagai variabel bebas adalah tingkat pengetahuan dan sebagai variabel terikat adalah keteraturan ANC.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC pada tingkat tahu sebagian besar cukup baik dan pada tingkat paham sebagian besar cukup baik. Dari uji statistik chi-squere dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC dengan keteraturan ANC pada tingkat tahu dan tingkat paham.
Kode file : K297
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (daftar isi, dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar Pustaka
- Lampiran2 (Kuesioner, dll)
Bentuk file : Ms.word
Charge : Rp. 50.000,-
Pengaruh KIE Tentang KB Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi Yang Tepat Pada Akseptor KB
Komunikasi, edukasi, informasi, dan konseling merupakan empat titik awal hubungan antara penderita dan memberi layanan kesehatan, termasuk dokter.untuk mendeskripsikan status p konseling keluarga emakaian alat kontrasepsi berencana, kejelasan materi KIE, sumber informasi KIE dan kepuasan pelayanan kesehatan. KIE meliputi konseling, kejelasan materi KIE, kejelasan materi KIE, sumber informasi, kejelasan materi KIE dan pelayanan kontrasepsi.
Pengaruh KIE tentang KB terhadap pemilihan alat kontrasepsi yang tepat menjadi problematika dalam kehidupan wanita. Pemilihan alat kontrasepsi yang tepat penting untuk dikaji karena apabila mengalami kesalahan dalam pemilihan alat kontrasepsi akan menyebabkan ketidakefektifan dalam memakai KB. Pemilihan kontrasepsi disesuaikan dengan beberapa penapisan . Sedangkan menurut BKKBN Provinsi Jawa Timur, diperoleh data sebagai berikut : IUD 17%, MOW 3,9 %, MOP 0,3%, Kondom 3,6%, Implant 7,2%, Suntik 55%, Pil 12,5%. Data tersebut smenandakan bahwa banyak akseptor KB yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal sehingga terjadi ketidakseimbangan antara penggunaan alat kontrasepsi non hormonal dan hormonal.
Jenis penelitian ini adalah analitik. Populasi dalam penelitian adalah akseptor KB Implant, KB IUD, KB Suntik, Pil KB di wilayah BPS Anik Basuki kecamatan Pakis Kabupaten Malang sebanyak 60 orang selama bulan Januari 2011. Sampel penelitian ini sejumlah 30 orang. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di BPS XX yang dilakukan terhadap 10 orang akseptor KB Implant, IUD, Suntik, Pil yang dalam pemilihan kontrasepsi yang kurang tepat.penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan pemilihan alat kontrasepsi yang tepat, diharapkan akseptor KB bisa memilih alat kontrasepsi yang tepat.
Kode file : K296
File proposal skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (daftar isi, dll)
- Bab 1 – 3 lengkap (pendahuluan s/d metpen)
- Daftar Pustaka
- Lampiran2 (Kuesioner, dll)
Bentuk file : Ms.word
Charge : Rp. 50.000,-
Selasa, 07 Juni 2011
Gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara masa nifas di Bidan Praktek Swasta XX
Gerakan Nasional peningkatan air susu ibu (ASI) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa hampir semua bayi (96,3%) di Indonesia pernah mendapat ASI. Pola pemberian ASI adalah 41% ibu memberikan ASI pada hari pertama, 18% memberikan pada hari kedua, 41% sisanya memberikan ASI setelah hari kedua. Tidak diberikannya ASI pada hari kedua dikarenakan ASI belum keluar dan puting susu yang masuk kedalam yang diakibatkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan payudara pada saat hamil. Oleh karena belum keluarnya ASI dan tidak lancarnya produksi ASI setelah melahirkan maka diperlukan sekali perawatan payudara pada masa nifas.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pada penelitian ini, yang diteliti adalah sebagian ibu nifas di Bidan Praktek Swasta XX. Teknik pengambilan sampelnya adalah accidental sampling.
Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu nifas di Bidan Praktek Swasta XX tentang perawatan payudara pada masa nifas pada tingkat tahu adalah cukup baik. Dan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara pada masa nifas pada tingkat paham adalah cukup baik.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari tingkat pengetahuan ibu nifas di Bidan Praktek Swasta XX tentang perawatan payudara pada masa nifas adalah lebih dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan usia. Sebagai tenaga kesehatan yang profesional, maka diharapkan Bidan dapat meningkatkan kesadaran dan kemauan ibu nifas untuk melakukan perawatan payudara dengan cara memberikan penyuluhan pada saat datang periksa kehamilan sehingga setelah melahirkan ASI dapat langsung diberikan, dan laktasi dapat berjalan dengan lancar serta ASI dapat dapat diberikan secara maksimal.
Kode file : K295
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (daftar isi, dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar Pustaka
Bentuk file : Ms.word
Charge : Rp. 30.000,-