Senin, 02 Mei 2011

Hubungan antara karakteristik ibu nifas dan budaya makan dengan percepatan ksembuhan luka perineum pada masa nifas

Pada ibu bersalin sering kali terjadi luka pada jalan lahir, diantaranya luka pada daerah perineum. Luka perineum ini terjadi pada saat kelahiran kepala bayi. Dengan adanya luka perineum ini tidak mungkin terhindar dari kontaminasi dan insiden infeksinya cukup tinggi lebih dari 50%. Untuk mengatasinya tergantung dari banyak faktor diantaranya faktor nutrisi yang berperan penting. Sedangkan dimasyarakat masih banyak praktek budaya yang merugikan misalnya pantang makanan pada ibu nifas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu nifas dan budaya makan dengan percepatan ksembuhan luka perineum pada masa nifas.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan studi cross sectional. Sampel diambil dari populasi ibu nifas dengan luka perineum yang periksa di Bidan Praktek Swasta Naumiati di wilayah kecamatan Lowokwaru secara total populasi sebanyak 30 orang. Data diolah dengan uji chi square dengan tingkat signifikasi a = 0,05.

Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai c2 hitung > c2 tabel dari masing – masing variabel yang diteliti, nilai p < a=0.05 sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan antara karakteristik ibu nifas dan budaya makan dengan percepatan kesembuhan luka perineum.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi kebijakan perawatan dan pengawasan ibu nifas dengan luka perineum dalam pemenuhan gizi selama masa nifas yang sangat berpengaruh terhadap proses kesembuhan luka.

 

 

 

Kode file : K278

File skripsi ini meliputi :

-          Bagian depan (daftar isi, dll)

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar Pustaka

-     Kuesioner

 

Bentuk file : Ms.Word

Donasi : Rp. 50.000,-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan order/tinggalkan pesan dan email, kami akan kirimkan email file pesanan anda (SMS ke 086755605984)