Rabu, 01 April 2009

Hubungan Karakteristik Perawat Terhadap Pengetahuan Kegawat-daruratan Pasien Amuk Di Rumah RSJ XX

Kegawatdaruratan psikiatri adalah suatu gangguan dalam berpikir, perasaan atau tingkah laku yang memerlukan intervensi pengobatan secepatnya. Di dalam kegawatdaruratan psikiatri seseorang mempunyai resiko bermakna bagi dirinya sendiri dan orang lain, contoh yang sering adalah perilaku kekerasan (amuk) dimana Unit Gawat Darurat (UGD) merupakan unit yang pertama kalinya melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Penelitian ini bersifat analisa korelasi, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat terhadap pengetahuan kegawat-daruratan pasien amuk di Rumah RSJ Lampung Tahun 2007, pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tanggal 8-14 Agustus 2007, dengan responden sebanyak 32 orang perawat yang dijadikan populasi sekaligus sampel, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik populasi, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner, peneliti menyebar kuesioner dengan cara wawancara dengan masing-masing responden, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara umur dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=0,854 yang berarti (p>=0,05) OR = 1,5, 95%CI: 0,3 – 6,3, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=0,7 yang berarti (p>=0,05) OR = 1,6, 95%CI: 0,3 – 7,4, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pendidikan dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=1 yang berarti (p>=0,05) OR = 0,5, 95%CI: 0,03 – 10,2, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pelatihan dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=1 yang berarti (p>=0,05) OR = 1,9, 95%CI: 0,1 – 21,1, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pekerjaan dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=1 yang berarti (p>=0,05) OR = 1,07, 95%CI: 0,2 – 4,8, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara lama kerja dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=0,6 yang berarti (p>=0,05) OR = 2, 95%CI: 0,3 – 10,1, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara ekonomi dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=0,5 yang berarti (p>=0,05) OR = 2,1, 95%CI: 0,4 – 8,9, sehingga Ha ditolak. Saran yang dapat penulis berikan bagi tenaga kesehatan terutama perawat dapat dijadikan masukan untuk dapat lebih meningkatkan pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik pada pasien amuk. Salah satunya dengan cara terus mengikuti pelatihan yang dilaksanakan baik di luar lingkungan RSJ Propinsi maupun di dalam lingkungan RSJ itu sendiri

Kode File : K088
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

Donasi : Rp. 40.000,-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan order/tinggalkan pesan dan email, kami akan kirimkan email file pesanan anda (SMS ke 086755605984)