Selasa, 21 April 2009

TEORI HYPNOSYS DAN TUJUAN BELAJAR

Para ahli telah memperdebatkan tentang pengertian hipnosis dan bagai mana cara kerjanya sejak akhir 1700-an .

Pavlov, yang tekun dengan karyanya tentang reflek yang terkondisikan barpendapat bahwa hipnosis adalah salah satu bentuk tidur yang karenanya istilah yang digunakan berasal dari kata tersebut, teorinya sebagian besar disanggah oleh:

  1. berbagai studi kejiwaan yang menunjukkan perbedaan antara EEG pada waktu tidur dan pada waktu dihipnosis

  2. domontrasi tentang hipnosis dalam keadaan terjaga, sekalipun demikian, hubungan antara hipnosis dan releksasi masih teteap penting.


Seorang psikoanalis mengemukakan bahwa hipnosis adalah keadaan regeresi sbagian diman subjek kekurangan kendfali yang ada didalam kesadaran yang nyata dan karenanya bertindak secara imfulsif dan terlibat dalam pembuatan fantasi. Suatu teori yang berdasarkan sifat kejadian banyak perilaku hipnosis menekankan melakukan diluar kemampauan (Involumtary role enactman) sebagai respon tuntutan sosial. Teori ini tidak bermaksud menyatakan bahwa subjek menerapkan supaya yang sengaja untuk membohongi ahli hipnosis; teori ini berasumsi bahwa subjek sangat terlibat dalam suatu peran sehingga tindakan terjadi tanpa disadari.

Teoritikus yang lain berangapan bahwa hipnosis adalah fantasi yang terarah kesatu tujuan (goal-directed fantasy). Dengan seorang kolaboarator, dia mengembangkan suatu skala pengukuran berdasarkan dengan konsep ini yang dikenal sebgai Skala Imajinasi Kreatif (Creative imagination Scale). Teori yang serupa dengan tafsiran pada abad 19, dikemukakan oleg Pierre Jane, mengangap hipnosis sebgai gejala dissosiatif (dissosciative phenomena), dimana beberapa aspek fungsi mental terpisah dari aspek yang lain. Bentuk teori ini yang sudah dimodifikasi dan yang disebut teory dissosiasi baru (neo-dissociation theory) . (Hilgard, 1977) mengmukakan bahwa dalam pengaruh hipnosis terjadi semacam pemisahan kesadaran. Persaingan dan perdebatan berbagai teori hipnosis lebih seru pada kira-kira satu dekade yang lalu dibandingkan dengan saat ini. Dengan fakta dan hubungan yang lebih dimengerti poada tingkatan empirik, perdebatan antara keterangan ynag ada menjadi tidak begitu penting, setiap teori memfkuskan perhatiannya pada ciri penting hipnosis, dan karena data baru sudah ada, perbedaan sudah dapat teratasi

TUJUAN DARI PELATIHAN

  • Tujuan utama dari prlatihan ini adalah untuk melatih kemapuan dalam seni berkomunikasi yang baik baik secara verbal dan non verbal , melatih untuk berintraksi dengan lebih percaya diri, pada tingkatan selanjutnya mampu menjadi seorang hipnoterapis yang dapat melakukan problem solving bagi klienya dan masih banyak yang lainya .

  • Pemahaman terhadap konsep dasar dari hipnosis

  • Pemahaman Suggestivity Test dan Training terhdap klien

  • Pemahman prosedur cara melakukan hipnosis kepada klien

  • Pemahaman Self hipnosis dan Auto Hipnosis

  • Pemhaman terhadap perbedaan antara Western hipnosis dan Traditional hipnosis

  • Pemahaman terhadap perbedaan antara hypnoterapi dan stage hipnosis


Sistem yang digunakan dalam pelatihan ini adalah western hipnosis, khususnya metodologi hypnosis yamng mengacu kepada kemampuan komunikasi Verbal dan Non verbal dan sistem yang dipergunakan adalah bebas dari unsur Magic, mistik dan Esoterik. Oleh karena itu dalam pelatihan ini tidak terdapat proses : Attuemen, Initiation, Shaktipat, Abhiseka, Pengisian, Penyelarasan , atau istilah lainya yang mengandung kemiripan arti, dan tidak diajarkan ritual-ritual mistik ( termasuk doa dan mantra )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan order/tinggalkan pesan dan email, kami akan kirimkan email file pesanan anda (SMS ke 086755605984)