Tampilkan postingan dengan label KEPERAWATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEPERAWATAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

Hubungan pola makan dengan lingkar pinggang sebagai faktor resiko diabetes mellitus tipe 2 siswa kelas 10 di SMU XX


Obesitas sentral dan Diabetes Mellitus merupakan penyebab utama meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian pada usia muda di seluruh dunia. Menurut WHO prevalensi DM diperkirakan akan meningkat dari 8,4 juta tahun 2000 menjadi 21,2 juta lebih pada tahun 2030, sehingga target pencegahan DM diperkirakan berusia remaja (15-20 tahun). Pola makan salah satu faktor resiko yang dapat diubah, sedangkan obesitas sentral meningkatkan resiko penyakit jantung dan metabolik, maka penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan pola makan dengan lingkar pinggang sebagai faktor resiko diabetes mellitus tipe 2.
Metode dalam penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif dengan populasi siswa kelas 10 SMA XX dengan sampel sebanyak 86 diambil dengan tehnik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan metode form foodrecall, diolah menggunakan Nutrisurvey, dilanjutkan dengan analisa deskriptif menggunakan tabel distribusi frekwensi.
Hasil pengolahan data menunjukkan (81%) responden mencukupi dari jumlah makan , tetapi menurut jenis (konsumsi lemak lebih 71%, konsumsi protein lebih 80%) dan jadwal makan (52 orang) termasuk tidak baik. Sesuai angka dan persentase yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa pola makan siswa tidak baik. Uji hubungan antara pola makan dan lingkar pinggang menggunakan menggunakan correlations Spearmans rho, pada nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0.01 lebih kecil dari pada 0.05, maka dapat dikatakan pola makan dan lingkar pinggang berhubungan kuat.
Kesimpulannya ada hubungan antara pola makan dengan lingkar pinggang siswa kelas 10 di SMU XX. Saran bagi pihak sekolah untuk mengundang ahli gizi untuk mengadakan penyuluhan dan konsultasi gizi kepada remaja tentang perilaku makan yang sehat yang sesuai dengan  Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), saran bagi peneliti selanjutnya agar dilakukan penelitian intervensi terhadap pola makan hubungannya dengan lingkar pinggang sebagai faktor resiko diabetes mellitus tipe 2.




Kode file : K108
File skripsi ini meliputi :
-    Bagian depan (daftar isi, dll)
-    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
-    Daftar pustaka
-    Lampiran 2 (kuesioner, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 150.000,-


Jumat, 30 Desember 2011

Hubungan antara kondisi suami-istri dengan frekuensi hubungan seksual pada ibu hamil Di Desa XX

Hubungan seksual dapat menjadi salah satu bagian penting dalam
pernyataan perasaan kasih sayang, rasa aman dan tenang, kebersamaan,
kedekatan perasaan dalam hubungan suami istri. Namun kondisi kehamilan
sering menimbulkan perubahan pada fisik dan psikologis yang
mempengaruhi aktivitas seksual pasangan suami istri. Keadaan itu
cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum,
termasuk penurunan fungsi dan potensi seksual, dan diperparah juga
dengan munculnya diabetes mellitus serta vaginitis. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi suami-istri dengan
frekuensi hubungan seksual pada ibu hamil.
Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan jumlah sampel
sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2010. Data
dianalisa menggunakan model analisis regresi linier sederhana dengan
uji t-test pada taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara kondisi suami-istri dengan frekuensi hubungan
seksual pada ibu hamil dengan nilai t hitung = 7,038. Frekuensi
hubugan seksual ibu hamil dipengaruhi oleh kondisi suami-istri sebesar
63,9%. Sedangkan 36,1% selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang
tidak diteliti. Peneliti menyarankan agar petugas kesehatan khususnya
bidan hendaknya hendaknya meningkatkan pemberian informasi atau
penyuluhan kepada ibu-ibu hamil yang membutuhkan khususnya dalam
masalah hubungan seks selama kehamilan sehingga ibu yang telah
memiliki pengetahuan tentang hubungan seks dapat mengatasi masalah
yang terjadi dalam hubungan seks selama kehamilan.

Kode file : K344
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)
Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 70.000,-

JUDUL SKRIPSI JURUSAN KESEHATAN HOT


(Kebidanan, Kedokteran, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat) :
Lihat isi ringkasan : LANGSUNG KLIK PADA JUDUL (ctrl+klik pada judul)
atau ketik KODE JUDUL di kotak pencarian



K301     Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja tentang Aborsi di SMA XX

K302     Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Fisiologi Primigravida di BPS. XX

K303     Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Ikterus Neonatorum Di Bidan Praktek Swasta XX

K304     Pengaruh Penyuluhan Memandikan Bayi Terhadap Cara Ibu Dalam Memandikan Bayinya Di Desa XX

K305     Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Kontrasepsi Alamiah Kalender Di BPS XX

K306     Identifikasi Determinan Faktor Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Bersalin XX

K307     Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang SADARI dalam Upaya Deteksi Dini Tumor Payudara di Desa XX

K308     Gambaran Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Balita di Wilayah Polindes XX

K309     Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Bersalin Ke Dukun Bayi Di Dusun XX

K310     Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Sikap Bidan terhadap Program Jaminan Persalinan di wilayah kerja Puskesmas XX

K311     Gambaran faktor pekerjaan, penghasilan, usia, pendidikan dan pengetahuan tentang metode IUD pada Akseptor Non IUD yang mempengaruhi rendahnya cakupan KB IUD di Desa XX

K312     Gambaran Pertumbuhan Balita Berdasarkan Keaktifan Ibu Ke Posyandu di Desa XX

K313     Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu Dengan Cakupan Kunjungan Balita Di Posyandu Desa XX

K314     Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Post Partum Primipara dengan Kelancaran Pengeluaran ASI di Ruang Nifas RS XX

K315     Perbedaan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Preoperasi Sebelum Dan Sesudah Diberikan Terapi Musik Di Bangsal Bedah RS XX

K316     Hubungan Tingkat Pengetahuan Klien Tentang Penyakit Katarak Dengan Perilaku Mencari Pertolongan Pengobatan Di Poli Mata RS XX

K317     Hubungan antara Personal Hygiene dengan Penyakit Kulit di SDN XX

K318     Pengaruh Tingkat Kejenuhan Kejenuhan Kerja Shift Malam Terhadap Ambang Stres Perawat di Ruang ICU Rumah Sakit

R004     Status Gizi dalam Hubungannya dengan Kemampuan Melakukan Activity Daily Living pada Lanjut Usia di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kabupaten XX

K319     Pengaruh Terapi Massage Plexus Sacralis terhadap Penurunan Tingkat Nyeri pada Pasien Postpartum Normal di Ruang Nifas RS XX

K320     Pengaruh BINROH (Bimbingan Rohani) Terhadap Motivasi Kesembuhan Pasien Rawat Inap di RS XX

K321     Pengaruh Minyak Kayu Putih Terhadap Stimulasi Bising Usus Pada Pasien Post Operasi Menggunakan Lumbal Anestesi di RS XX

K322     Hubungan Peran Suami dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida trimester III dalam Menghadapi Persalinan di UPTD Puskesmas XX

 

E010      Hubungan Antara Kelentukan Otot Punggung, Kekuatan Otot Perut Dan Persepsi Kinestetik Dengan Kemampuan Menyundul Bola Ke Gawang Dalam Permainan Sepakbola Pada Siswa Putra Kelas VII SMPN XX

E011      Hubungan Tingkat Kesulitan Belajar Dengan Hasil Belajar Mata Kuliah Biologi Reproduksi Mahasiswa Akademi Kebidanan XX

J010      Hubungan Antara Perilaku Diet, Aktivitas Dan Spiritual Ibu Dengan Nilai Tekanan Darah di Puskesmas XX

J011      Hubungan Merokok dengan Kejadian Penyakit TBC di Kecamatan XX

K323     Hubungan status fisik pra general anestesi dengan waktu pulih pasien di ruang pulih sadar instalasi bedah RSUD XX

K324     Kajian Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Pada Ibu Yang Menderita Gondok di desa XX

K325     Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil terhadap Zat Nutrien yang Penting dalam Kehamilan di BPS XX

K326     Hubungan Cara Belajar Dengan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pelayanan KB Di AKBID XX

K327     Pengaruh Senam Hamil Terhadap Lama Persalinan Kala II Pada Ibu Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas XX

K328     Gambaran pengetahuan bidan tentang pengelolaan vaksin di wilayah Puskesmas Kecamatan XX

K329     Tingkat kepuasan masyarakat terhadap mutu layanan maternal dalam rangka mendukung Millennium Development Goals di RS XX

K330     Hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian preeklamsia pada Ibu hamil di BPS XX

K331     Hubungan antara jarak kelahiran dengan status gizi balita di Kelurahan XX

K332     Hubungan antara frekuensi pemberian MP-ASI dengan Peningkatan Berat badan anak usia 12-24 bulan di Polindes XX

K333     Faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor KB non IUD tidak memilih kontrasepsi IUD di Desa XX

K334     Pemilihan Alat Kontrasepsi Yang Tepat Pada Akseptor KB Setelah Mendapatkan Konseling Informasi Edukasi Tentang Kontrasepsi oleh Bidan di Desa XX

K335     Hubungan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan motivasi untuk periksa ke pelayanan kesehatan pada siswa SMP XX

K336     Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya persalinan seksio sesarea dengan indikasi “prolonged labour” pada ibu primigravida di RS XX

K337     Faktor-faktor yang melatarbelakangi rendahnya cakupan kunjungan pelayanan antenatal minimal 4 kali (K4) di Desa XX

K338     Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Tanda Dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di RS XX

K339     Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur tentang Pemeriksaan Pap Smear dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks di Desa XX

K340     Pengetahuan Keluarga Tentang Depresi Pada Lansia di Desa XX

K341     Hubungan Antara Pantangan Ibu Nifas Dengan Kecepatan Penyembuhan Luka Perineum

K342     Hubungan Antara Kondisi Pemijatan Selama Kehamilan Dengan Tingkat Kelainan Ibu Saat Melahirkan di Desa XX

K343     Hubungan Antara Kondisi Ibu Menopause dengan Aktifitas Seksual Di Kelurahan XX

K344    Hubungan antara kondisi suami-istri dengan frekuensi hubungan seksual pada ibu hamil Di Desa XX

K345     Perbedaan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Terhadap KB Implan dan Suntik di Desa XX

K346     Pengaruh Teknik Menyusui Terhadap Ketenangan Bayi Usia 5-7 Bulan di Desa XX

K347     Pengaruh Minum Jamu Kunyit Asam (Gejah) Terhadap Kelancaran Produksi ASI di Desa XX

K348     Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Di Desa XX

K349     Hubungan Antara Perawatan Payudara Dengan Pembengkakan Payudara Di Desa XX

K350     Hubungan Antara Vulva Higiene Dengan Kejadian Servisitis Di Desa XX

JUDUL SKRIPSI JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT


Lihat isi ringkasan : LANGSUNG KLIK PADA JUDUL (ctrl+klik pada judul)
ATAU KETIK KODE JUDUL di kotak pencarian

K301     Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja tentang Aborsi di SMA XX

K304     Pengaruh Penyuluhan Memandikan Bayi Terhadap Cara Ibu Dalam Memandikan Bayinya Di Desa XX

K305     Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Kontrasepsi Alamiah Kalender Di BPS XX

K306     Identifikasi Determinan Faktor Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Bersalin XX

K307     Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang SADARI dalam Upaya Deteksi Dini Tumor Payudara di Desa XX

K308     Gambaran Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Balita di Wilayah Polindes XX

K309     Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Bersalin Ke Dukun Bayi Di Dusun XX

K310     Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Sikap Bidan terhadap Program Jaminan Persalinan di wilayah kerja Puskesmas XX

K311     Gambaran faktor pekerjaan, penghasilan, usia, pendidikan dan pengetahuan tentang metode IUD pada Akseptor Non IUD yang mempengaruhi rendahnya cakupan KB IUD di Desa XX

K312     Gambaran Pertumbuhan Balita Berdasarkan Keaktifan Ibu Ke Posyandu di Desa XX

K313     Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu Dengan Cakupan Kunjungan Balita Di Posyandu Desa XX

K316     Hubungan Tingkat Pengetahuan Klien Tentang Penyakit Katarak Dengan Perilaku Mencari Pertolongan Pengobatan Di Poli Mata RS XX

K317     Hubungan antara Personal Hygiene dengan Penyakit Kulit di SDN XX

K318     Pengaruh Tingkat Kejenuhan Kejenuhan Kerja Shift Malam Terhadap Ambang Stres Perawat di Ruang ICU Rumah Sakit

R004     Status Gizi dalam Hubungannya dengan Kemampuan Melakukan Activity Daily Living pada Lanjut Usia di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kabupaten XX

K322     Hubungan Peran Suami dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida trimester III dalam Menghadapi Persalinan di UPTD Puskesmas XX

K324     Kajian Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Pada Ibu Yang Menderita Gondok di desa XX

K325     Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil terhadap Zat Nutrien yang Penting dalam Kehamilan di BPS XX

K327     Pengaruh Senam Hamil Terhadap Lama Persalinan Kala II Pada Ibu Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas XX

K328     Gambaran pengetahuan bidan tentang pengelolaan vaksin di wilayah Puskesmas Kecamatan XX

K329     Tingkat kepuasan masyarakat terhadap mutu layanan maternal dalam rangka mendukung Millennium Development Goals di RS XX

K330     Hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian preeklamsia pada Ibu hamil di BPS XX

K331     Hubungan antara jarak kelahiran dengan status gizi balita di Kelurahan XX

K332     Hubungan antara frekuensi pemberian MP-ASI dengan Peningkatan Berat badan anak usia 12-24 bulan di Polindes XX

K333     Faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor KB non IUD tidak memilih kontrasepsi IUD di Desa XX

K334     Pemilihan Alat Kontrasepsi Yang Tepat Pada Akseptor KB Setelah Mendapatkan Konseling Informasi Edukasi Tentang Kontrasepsi oleh Bidan di Desa XX

K335     Hubungan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan motivasi untuk periksa ke pelayanan kesehatan pada siswa SMP XX

K337     Faktor-faktor yang melatarbelakangi rendahnya cakupan kunjungan pelayanan antenatal minimal 4 kali (K4) di Desa XX

K338     Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Tanda Dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di RS XX

K339     Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur tentang Pemeriksaan Pap Smear dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks di Desa XX

K340     Pengetahuan Keluarga Tentang Depresi Pada Lansia di Desa XX

K342     Hubungan Antara Kondisi Pemijatan Selama Kehamilan Dengan Tingkat Kelainan Ibu Saat Melahirkan di Desa XX

K343     Hubungan Antara Kondisi Ibu Menopause dengan Aktifitas Seksual Di Kelurahan XX

K344    Hubungan antara kondisi suami-istri dengan frekuensi hubungan seksual pada ibu hamil Di Desa XX

K345     Perbedaan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Terhadap KB Implan dan Suntik di Desa XX

K346     Pengaruh Teknik Menyusui Terhadap Ketenangan Bayi Usia 5-7 Bulan di Desa XX

K347     Pengaruh Minum Jamu Kunyit Asam (Gejah) Terhadap Kelancaran Produksi ASI di Desa XX

K348     Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Di Desa XX

K349     Hubungan Antara Perawatan Payudara Dengan Pembengkakan Payudara Di Desa XX

K350     Hubungan Antara Vulva Higiene Dengan Kejadian Servisitis Di Desa XX

 

E010      Hubungan Antara Kelentukan Otot Punggung, Kekuatan Otot Perut Dan Persepsi Kinestetik Dengan Kemampuan Menyundul Bola Ke Gawang Dalam Permainan Sepakbola Pada Siswa Putra Kelas VII SMPN XX

J010      Hubungan Antara Perilaku Diet, Aktivitas Dan Spiritual Ibu Dengan Nilai Tekanan Darah di Puskesmas XX

J011      Hubungan Merokok dengan Kejadian Penyakit TBC di Kecamatan XX

Selasa, 27 Desember 2011

Hubungan Antara Perawatan Payudara Dengan Pembengkakan Payudara Di Desa XX

Perawatan payudara merupakan salah satu bagian penting yang harus
diperhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya, hal ini
dikarenakan payudara merupakan organ esensial penghasil ASI yaitu
makanan pokok bayi baru lahir sehingga perawatannya harus dilakukan
sedini mungkin. Dengan melakukan perawatan payudara secara benar dan
teratur dapat menguatkan, melenturkan dan mengatasi terpendamnya
puting susu sehingga bayi mudah menghisap ASI dan juga menjaga
keberhasilan payudara, mencegah penyumbatan dan bermanfaat untuk
memperkuat kulit sehingga mencegah terjadinya luka pada saat mulai
menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan
payudara terhadap pembengkakan payudara.
Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan jumlah sampel
sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari – Maret 2011. Data
dianalisa menggunakan model analisis regresi linier sederhana dengan
uji t-test pada taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara perawatan payudara dengan tingkat pembengkakan
payudara ibu postpartum dengan nilai t hitung = 10,066. Pembengkakan
pada payudara ibu postpartum dipengaruhi oleh kebiasaan perawatan
payudara sebesar 78,3%. Sedangkan 21,7% selebihnya dipengaruhi oleh
variabel lain yang tidak diteliti. Peneliti menyarankan agar Ibu hamil
membiasakan diri melakukan perawatan payudara, dan dilanjutkan hingga
masa postpartum atau masa menyusui sehingga ibu dapat terhindar dari
kemungkinan pembengkakan payudara yang dapat mengganggu pemberian ASI
maupun kenyamanan ibu dalam melakukan aktivitas sehari-hari


Kode file : K349
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Abstrak, Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 70.000,-

Hubungan Antara Vulva Higiene Dengan Kejadian Servisitis Di Desa XX

Vulva Higiene adalah salah satu kegiatan dari tindakan personal
higiene. Personal higiene atau kebersihan perseorangan adalah suatu
tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan diri seseorang
untuk kesejahteraan fisik dan psikisnya. Macam-macam kegiatan personal
higiene diantaranya diantaranya perawatan gigi dan mulut, kebersihan
kulit, kuku kaki dan tangan, termasuk pula perawatan genetalia.
Kebersihan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh nilai individu dan
kebiasaan. Hal-hal yang berpengaruh itu diantaranya kebudayaan,
sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan
serta tingkat perkembangan. Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan
merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena
kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang.
Kebersihan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh nilai individu dan
kebiasaan. Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang
diperhatikan, hal ini terjadi karena kita menganggap masalah
kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan
terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Begitu pula kebersihan
alat genetalia akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan alat
genetalia secara umum. Servisitis dapat disebabkan oleh gonokokus
(gonorea) sebagai salah satu penyakit infeksi hubungan seksual. Pada
infeksi setelah keguguran dan persalinan dapat disebabkan oleh
stafilokokus dan streptokokus. Sekalipun organ genetalia memiliki
pertahanan berlapis, infeksi dapat terjadi bila daya tahan tubuh
mengalami kemunduran, atau kemampuan infeksi yang tinggi (seperti pada
kebersihan diri yang jelek). Masuknya infeksi dapat terjadi melalui
perlukaan yang menjadi pintu masuk saluran genetalia bagian luar
maupun bagian tengah dan bagian atas, yang terjadi pada waktu
persalinan atau tindakan medis yang menimbulkan perlukaan, atau
terjadi karena hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara Vulva higiene dengan kejadian servisitis.
Penelitian ini menggunakan desain korelasi yang bersifat analitik
cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang yang diambil
secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kusioner
dan lembar observasi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni 2011.
Data dianalisa menggunakan rumus Chi Square (X2) dengan taraf
kesalahan 5%.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Perilaku vulva higiene pada
wanita usia subur sebanyak 28,1% kurang baik. Kejadian servisitis
sebesar 31,2%, dan ada hubungan yang signifikan antara vulva higiene
dengan kejadian servisitis dengan signifikansi (P) = 0,000. Peneliti
menyarankan agar WUS berupaya sedemikian rupa untuk menjaga kebersihan
vulva, terutama pada saat-saat menstruasi, atau pada wanita yang telah
melahirkan lebih dari 2 kali. Disamping itu kebersihan diri secara
umum juga harus dijaga, terutama pakaian-pakaian dalam yang
menyebabkan kulit menjadi lembab.


Kode file : K350
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 120.000,-

Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan Di Desa XX

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) sangat penting bagi bayi usia 6 bulan
ke atas. Pemberian makanan tambahan (MP-ASI) pada bayi sebelum usia 6
bulan sangat diragukan menfaatnya terhadap peningkatan status gizi,
bahkan bisa jadi lebih banyak efek negatifnya. Namun pada kenyataannya
banyak ibu memberikan makanan tambahan sejak bayi masih usia 2 bulan.
Pada masa ini sistem pencernaan bayi belum siap untuk mencerna makanan
dari luar selain ASI, sehingga wajar jika banyak bayi atau balita yang
berat badannya kurang normal walaupun telah mendapat asupan makanan
tambahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
pemberian makanan pendamping ASI dengan peningkatan berat badan bayi
usia 6 bulan.
Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan jumlah sampel
sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli s/d Agustus 2010. Data
dianalisa menggunakan model analisis regresi linier sederhana dengan
uji t-test pada taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara pemberian makanan pendamping ASI dengan peningkatan
berat badan bayi usia 6 bulan, dengan nilai t hitung = 5,196.
peningkatan berat badan bayi usia 6 bulan dipengaruhi oleh pemberian
makanan pendamping ASI sebesar 60%. Sedangkan 40% selebihnya
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Peneliti
menyarankan agar ibu hanya memberikan ASI saja pada bayi sebelum usia
6 bulan. Namun kebutuhan asupan gizi bayi semakin meningkat saat
menginjak usia 6 bulan ke atas sehingga perlu pemberian makanan
tambahan sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya sehingga perlu
pemberian makanan tambahan sejak usia 6 bulan agar bayi dapat tumbuh
secara optimal


Kode file : K348
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Abstrak, Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 70.000,-

Pengaruh Minum Jamu Kunyit Asam (Gejah) Terhadap Kelancaran Produksi ASI di Desa XX

Produksi dan pengeluaran ASI distimulus oleh isapan bayi. Sentuhan dan
isapan bayi akan merangsang sel syaraf menyampaikan pesan kekelenjar
hipofise yang akan menyebabkan sel mioepitel kontraksi memeras ASI.
Ibu seharusnya tidak perlu khawatir mengalami kekurangan atau
penurunan produksi ASI. Tapi banyak ibu yang menjadi takut produksi
ASI-nya tidak mencukupi, sehingga melakukan upaya yang belum terbukti
manfaatnya seperti meminum jamu kunyit asam. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh yang signifikan minum jamu kunyit asam
terhadap kelancaran produksi ASI.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan jumlah sampel
sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2010.
Data dianalisa menggunakan rumus uji-t tidak berpasangan.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan yang
bermakna antara minum jamu kunyit asam (gejah) dan yang tidak minum
jamu gejah terhadap proses pengeluaran ASI, frekuensi menyusui, lama
menyusui, jumlah lobus ASI, volume ASI, kekentalan ASI, waktu maupun
pengeluaran ASI pertama kali dengan nilai t hitung kurang dari 2,000.
Peneliti menyarankan agar petugas memberikan pendidikan kesehatan yang
lebih terarah dan dapat dipertanggung jawabkan agar ibu hamil dan
menyusui tidak salah dalam memilih metode untuk memperlancar produksi
ASI.


Kode file : K347
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Abstrak, Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 70.000,-

Pengaruh Teknik Menyusui Terhadap Ketenangan Bayi Usia 5-7 Bulan di Desa XX

Angka keberhasilan menyusui khususnya secara ekslusif meningkat di
negara maju, tetapi hal ini belum terjadi di negara berkembang seperti
Indonesia. Menyusui dengan baik dan tepat akan membuat produksi ASI
lancar dan bayak, dan anak menjadi puas dan tenang setelah menyusu.
Pun demikian, banyak ibu yang tidak mau menyusui anaknya sesuai dengan
pedoman yang diajarkan petugas. Banyak ibu yang merasa bahwa menyusui
dengan cara apapun hasilnya akan sama, susu tetap bisa keluar dan bayi
akan kenyang. Namun pada kenyataannya banyak ibu yang tidak tahu apa
tanda-tanda bayi puas dan kenyang setelah menyusu. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik menyusui terhadap
ketenangan bayi usia 5-7 bulan.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan jumlah sampel
sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret
2011. Data dianalisa menggunakan rumus uji-t tidak berpasangan.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang bermakna
antara menyusui sesuai standar dan yang tidak menyusui sesuai standar
terhadap kondisi saat menyusu siang hari, kondisi saat menyusu malam
hari, kondisi setelah menyusu siang hari, dan kondisi setelah menyusu
malam hari dengan nilai t hitung lebih dari 2,048. Peneliti
menyarankan agar Ibu meneteki menyusui dengan baik dan benar sesuai
standar yang diberikan oleh petugas kesehatan agar bayi mendapatkan
ASI dengan sempurna, selanjutnya dapat meningkatkan kepuasan bayi
sehingga bayi dapat tidur dengan nyaman baik siang maupun malam hari.


Kode file : K346
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Abstrak, Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 70.000,-

Senin, 26 Desember 2011

Perbedaan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Terhadap KB Implan dan Suntik di Desa XX

Kontrasepsi implant merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif
dan mempunyai keuntungan diantaranya daya guna tinggi, perlindungan
jangka panjang (sampai 5 tahun), tidak memerlukan pemeriksaan dalam,
tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan, tidak mengurangi hubungan
seksual. Namun jumlah pengguna KB Implant masih sangat kecil
dibandingkan metode kontrasepsi Suntik yang masih popular saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor pengetahuan
tentang alat dan kandungan kontrasepsi yang mempengaruhi minat
terhadap KB Implan dan Suntik.
Penelitian ini menggunakan desain Studi Komparasi dengan jumlah sampel
sebanyak 75 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Februari
2011. Data dianalisa menggunakan rumus uji-t tidak berpasangan.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan bermakna
antara pengetahuan akseptor KB Suntik dan KB Implant tentang alat KB
Suntik dan Implant dengan nilai 2 hitung = 15,909 dan 8,681. Demikian
juga dengan pengetahuan akseptor tentang kandungan kontrasepsi serta
efeks samping KB Suntik dan Implant, terlihat perbedaan yang bermakna.
Peneliti menyarankan agar Bidan atau petugas Keluarga Berencana
hendaknya menyampaikan secara jelas tentang alat kontrasepsi,
kandungan serta berbagai efek samping yang mungkin terjadi, termasuk
alternatif pilihan metode kontrasepsi lain sesuai kondisi dan
karakteristik individual calon akseptor.


Kode file : K345
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Abstrak, Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 70.000,-

Hubungan Antara Kondisi Ibu Menopause dengan Aktifitas Seksual Di Kelurahan XX

Menopause dialami oleh wanita-wanita yang telah melewati masa subur
yang ditandai dengan berhentinya haid secara menetap. Berhentinya haid
dinilai banyak membawa penderitaan dan konsekuensi kesehatan baik
secara fisik maupun psikis yang berakibat buruk jika tidak ditangani
secara serius ditambah lagi tidak cukupnya persiapan dalam menghadapi
masa menopause. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah
kesehatan secara umum, termasuk penurunan fungsi dan potensi seksual,
dan diperparah juga dengan munculnya diabetes mellitus serta
vaginitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
kondisi ibu menopause dengan aktivitas seksual.
Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan jumlah sampel
sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari – Maret 2011. Data
dianalisa menggunakan model analisis regresi linier sederhana dengan
uji t-test pada taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara kondisi ibu menopause dengan aktivitas seksual
dengan nilai t hitung = 6,554. aktivitas seksual dipengaruhi oleh
kondisi ibu menopause sebesar 60,5% sedangkan 39,5% selebihnya
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Peneliti
menyarankan agar wanita menopause tetap menjaga kondisi fisik dengan
berolah raga teratur, pola makan yang sehat, serta mengelola stress
dengan baik, serta tetap mempertahankan aktivitas seksual dan
keharmonisan rumah tangganya.


Kode file : K343
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Abstrak, Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge (Biaya) : Rp. 70.000,-