Minggu, 26 April 2009

Faktor-faktor yang melatarbelakangi kedisiplinan perawat di InstalasiRawat Inap Rumah Sakit Umum XX

Mutu pelayanan di rumah sakit sangat ditentukan oleh pelayanan keperawatan atau asuhan keperawatan. Perawat sebagai pemberi jasa keperawatan merupakan ujung tombak pelayanan di rumah sakit, sebab perawat berada dalam 24 jam memberikan asuhan keperawatan. Tanggung jawab yang demikian berat jika tidak ditunjang dengan sumber daya manusia yang memadai, dapat menimbulkan sorotan publik (pasien dan keluarga) maupun profesi lain terhadap kinerja perawat.
Kondisi di atas menuntut perawat bekerja secara sungguh-sungguh dan penuh motivasi. Tanpa motivasi orang tidak akan dapat berbuat apa-apa dan tidak akan bergerak, jadi suatu pekerjaan dapat berhasil bila dilakukan dengan motivasi yang tinggi. Seperti yang dijelaskan oleh Sarwono (2000) bahwa motivasi menunjuk pada proses gerakan, termasuk situasi yang mendorong yang timbul dalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkan leh situasi tersebut dan tujuan atau akhir daripada gerakan atau perbuatan (Sunaryo, 2004:143).
Tanggung jawab tersebut membutuhkan suatu etos kerja dan kedisiplinan pada diri perawat, sehingga diperlukan suatu pemantauan kedisiplinan dari pimpinan rumah sakit. Pimpinan bertanggung jawab terhadap pengelolaan ukuran kedisiplinan (peraturan, sanksi dan penghargaan) yang diberlakukan secara seragam, pantas, konsisten dan tidak diskriminatif untuk mencapai sasaran-sasaran rumah sakit (Gillies, 1996).
Pengelolaan kedisiplinan seperti tersebut di atas secara umum dapat dijalankan dengan baik di rumah sakit swasta di Indonesia, namun di rumah sakit pemerintah terlihat masih terdapat perbedaan perlakuan terhadap para karyawannya (perawat) khususnya yang berstatus pegawai negeri (PNS) dan yang berstatus honorarium harian lepas (HHL). Fenomena yang terjadi adalah pimpinan rumah sakit cenderung tidak leluasa memberikan sanksi atas tindakan indisipliner oleh perawat yang berstatus PNS, dan jika dilakukan oleh perawat HHL, pimpinan rumah sakit bisa segera memberikan sanksi mulai dari peringatan hingga pemecatan. Perbedaan perlakuan tersebut dapat menimbulkan suatu perbedaan kedisiplinan, dimana perawat HHL cenderung lebih disiplin karena mereka takut mendapatkan sanksi berupa pemecatan.

Kode File : K203
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2

Harga : Rp. 80.000,-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan order/tinggalkan pesan dan email, kami akan kirimkan email file pesanan anda (SMS ke 086755605984)