Sabtu, 23 April 2011

Pelaksanaan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Desa XX

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tentang Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menunjukkan angka 307/100.000 Kelahiran Hidup jauh diatas target Angka Kematian Ibu (AKI) untuk Millineum Development Goal (MDG) pada tahun 2015 yaitu sekitar 102/100.000 Kelahiran Hidup. Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 angka kematian ibu masih tinggi yaitu 262/100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih jauh dari tarjet tujuan pembangunan millennium yakni 125/100.000 kelahiran hidup (Supari, 2008). Sementara Angka Kematian Bayi Baru Lahir (AKBBL) di Indonesia mencapai 35/100.000 Kelahiran Hidup atau dua kali lebih besar dari target WHO sebesar 15/100.000 Kelahiran Hidup (Anonim, 2007). Rezky (2007) mengatakan kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh 1) faktor medis (langsung dan tidak langsung). Ibrahim (2007) menyebutkan, penyebab langsung (perdarahan, infeksi, pre eklampsia dan eklampsia), penyebab tidak langsung (tingkat pendidikan, sosial ekonomi dan sistem rujukan), 2) faktor sistem pelayanan (sistem pelayanan antenatal, sistem pelayanan persalinan, sistem pelayanan paska salin, pelayanan kesehatan anak), 3) sosial budaya dan peran serta masyarakat (kurangnya pengenalan masalah, terlambatnya proses pengambilan keputusan, kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan, peran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak).
Salah satu sasaran yang ditetapkan adalah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 125/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian bayi menjadi 16/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Untuk mencapai sasaran tersebut ditetapkan empat strategi  dan azaz-azaz pedoman operasional strategi antara lain bahwa MPS memusatkan perhatiannya pada pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang baku, cost effective, dan berdasarkan bukti (evidence based), pada semua tingkat pelayanan dan rujukan kesehatan, baik di sektor pemerintah maupun swasta. Keluaran yang diharapkan dari stategi ini adalah terselenggaranya pelayanan kesehatan maternal dan neonatal dasra berkualitas di Polindes dan Puskesmas, Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas dengan tempat tidur, dan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Rumah Sakit Kabupaten/Kota dan Rumah sakit Propinsi. Menurut Bahaudin (2007)  sesuai dengan SK Menkes No. 564/2006 seluruh desa di Indonesia menjadi Desa Siaga pada akhir tahun 2008. Kriteria dari Desa Siaga adalah apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Poskesdes merupakan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa.
Salah satu solusi terbaru untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi adalah dengan melaksanakan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) melalui pemasangan stiker persalinan pada semua rumah ibu hamil yang akhir-akhir ini telah digalakkan oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pada 18 Juli  2007 secara nasional dengan penempelan stiker pada semua ibu hamil (Ibrahim, 2008).



Kode file : K249
File skripsi ini meliputi :
-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
-          Daftar Pustaka
-          Lampiran (Stiker P4K)

Bentuk file : Ms.Word
Donasi : Rp. 50.000,-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan order/tinggalkan pesan dan email, kami akan kirimkan email file pesanan anda (SMS ke 086755605984)