Minggu, 18 Desember 2011

Gambaran pengetahuan bidan tentang pengelolaan vaksin di wilayah Puskesmas Kecamatan XX

Program Imunisasi merupakan program yang memberikan sumbangan yang
sangat bermakna dalam rangka penurunan angka kesakitan dan kematian
yang disebabkan oleh berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan
Imunisasi (PD3I). Cakupan program imunisasi rutin yang tinggi dengan
kualitas program yang baik, terbukti mempercepat penurunan angka
kematian dan angka kesakitan bayi. Program imunisasi rutin harus
dipertahankan secara terus-menerus dengan cakupan yang tinggi selama
masih ada bibit penyakitnya. Pengalaman membuktikan, bahwa walaupun
jumlah kasus suatu PD3I tidak tinggi, sehingga penyakit tersebut
tidak diperhitungkan sebagai masalah kesehatan yang serius, tetapi
bila cakupan imunisasi di suatu daerah rendah dalam beberapa tahun,
akan terjadi peningkatan kasus PD3I bahkan bisa terjadi KLB.
Keberhasilan pelaksanaan imunisasi diukur dengan pencapaian angka
cakupan imunisasi. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (atau biasa disebut
juga Universal Child Immunization / UCI) dalam dua tahun belakangan
ini telah meningkat menjadi 72–80,9 persen di 68 kabupaten/kota dan 90
persen secara nasional. Sehingga dampak kematian anak karena penyakit
infeksi telah turun dari 58/1.000 kelahiran menjadi 29/1.000
kelahiran. Di Kabupaten XX, desa dan kelurahan yang telah mencapai
Universal Child Immunization (UCI) juga meningkat signifikan, dimana
pada tahun 2005 hanya terdapat 28 desa UCI hanya sekitar 7,2% dari 382
desa yang ada, pada tahun 2009 meningkat menjadi 75,1%
Sangat ironis jika cakupan imunisasi dasar lengkap meningkat tetapi
kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak menurun,
bahkan meningkat. Tentu ada sesuatu yang perlu dikaji dan dievaluasi
dari program yang sedang dijalankan atas masalah ini. Imunisasi atau
vaksinasi sebagai suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh seseorang
terhadap suatu penyakit dengan memasukkan vaksin seharusnya membuat
daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit tertentu menjadi baik.
Jika seseorang masih mengalami penyakit tertentu sedangkan ia telah
mendapatkan vaksinasi, maka bisa dikatakan vaksin yang ia dapatkan
tidak memiliki potensi yang baik untuk memberikan kekebalan.
Satu hal yang perlu dicermati dalam hal ini adalah pengelolaan rantai
vaksin, apakah sudah diterapkan dengan benar? Pengelolaan vaksin sama
halnya dengan pengelolaan rantai vaksin yaitu suatu prosedur yang
digunakan untuk menjaga vaksin pada suhu tertentu yang telah
ditetapkan agar vaksin memiliki potensi yang baik sampai pada saat
pemberiannya kepada sasaran.
Ada beberapa faktor yang dapat menurunkan potensi vaksin. Cara
penyimpanan yang baik dan benar terhadap produk biologi seperti vaksin
sangatlah penting agar potensi vaksin tetap memenuhi persyaratan yang
berlaku. Beberapa situasi yang mempengaruhi vaksin antara lain adalah
suhu, sinar matahari dan kelembaban ruang penyimpanan vaksin. Untuk
itu petugas harus memperhatikan cara penyimpanan dan pengangkutannya.
Untuk dapat mengelola vaksin dengan baik dan benar diperlukan
pengetahuan dan pemahaman yang baik dari para petugas imunisasi,
terutama para bidan baik yang bertugas melakukan imunisasi di
Puskesmas maupun yang menjadi petugas di lapangan/posyandu. Pemahaman
tentang pengelolaan vaksin ini akan turut menentukan potensi vaksin
untuk memberi kekebalan dan daya tahan tubuh anak-anak Indonesia dari
berbagai penyakit PD3I.


Kode file : K328
File skripsi ini meliputi :
- Bagian depan (Daftar isi dll)
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka (16 pustaka, di atas tahun 2006)
- Lampiran2 (kuesioner, dll)

Bentuk file : Ms.Word
Charge : Rp. 100.000,-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan order/tinggalkan pesan dan email, kami akan kirimkan email file pesanan anda (SMS ke 086755605984)