Selasa, 04 Oktober 2011

Pengaruh Tingkat Kejenuhan Kejenuhan Kerja Shift Malam Terhadap Ambang Stres Perawat di Ruang ICU Rumah Sakit

            Kejenuhan kerja atau  job burnout  merupakan suatu keadaan penderitaan psikologis yang mungkin dialami oleh seorang pekerja yang berpengalaman setelah bekerja untuk suatu periode waktu tertentu. Sindrom ini terdiri dari 3 gejala yaitu depersonalisasi, keletihan emosional dan penurunan prestasi pribadi. Sindrom kejenuhan tersebut dapat terjadi karena beberapa penyebab antara lain beban kerja, dukungan sosial dan konflik peran. Sindrom kejenuhan ini akan menjadi suatu stressor pada perawat yang bekerja shift malam di ruang ICU sehingga dapat memberikan dampak terhadap ambang stres mereka. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tingkat kejenuhan kerja shift malam terhadap ambang stres perawat di ruang ICU rumah sakit perkebunan di Kabupaten Jember, sedangkan tujuan khusunya adalah mengetahui seberapa besar nilai  tingkat kejenuhan kerja shift malam dan mengetahui seberapa besar ambang stres yang dimiliki oleh perawat di ruang ICU.

            Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja shift malam di ruang ICU rumah sakit XX dengan total 37 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan mengggunakan sampel jenuh. Variabel bebasnya adalah pengaruh tingkat kejenuhan kerja shift malam, sedangkan variabel terikatnya adalah ambang stres perawat di ruang ICU. Analisis yang digunakan dengan menggunakan korelasi Spearman.

Hasil penelitian ini diperoleh kejenuhan yang terjadi pada semua perawat diruang ICU saat kerja shift malam masih termasuk dalam tingkatan rendah, hal ini bisa terjadi karena perawat tersebut memiliki beban kerja yang tinggi namun memiliki dukungan sosial yang tinggi dari keluarga, rekan kerja dan pimpinan serta konflik peran yang rendah. Ambang stres yang dimiliki oleh perawat di ruang ICU pada saat kerja shift malam masih dalam tahap bisa mengatasi dari stresor yang ada karena makna pekerjaan dari responden yang menganggap bahwa pekerjaan perawat adalah pekerjaan yang membutuhan keikhlasan dan dukungan sosial dari keluarga maupun teman sejawat. Nilai kolerasi dari tingkat kejenuhan dan ambang stres dalam tingkatan kuat yaitu -0,530 meskipun dengan arah yang berlawanan, tetapi nilai P value 0,002 yang menunjukan nilai lebih kecil daripada alpha 0,05 sehingga H0 ditolak atau ada pengaruh antara tingkat kejenuhan teradap ambang stres perawat di ruang ICU rumah sakit XX. Manajemen rumah sakit diharapkan mampi mengatur rotasi kerja lebih baik untuk menurunkan stressor dan pemberian dukungan sosial lebih ditingkatkan lagi.

 

 

 

 

Kode file : K318

File skripsi ini meliputi :

-          Abstraks, Daftar isi dll

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar pustaka

-          Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

 

Bentuk file : Ms.Word

Charge : Rp. 120.000,-


Senin, 03 Oktober 2011

Hubungan antara Personal Hygiene dengan Penyakit Kulit di SDN XX

Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelindung dari berbagai penyakit. Suatu penyakit timbul akibat dari berinteraksinya berbagai faktor, faktor-faktor tersebut antara lain agen atau penyebab penyakit, manusia sebagai host (induk semang) dan lingkungan. Manusia dapat mencegah terjadinya penyakit kulit dengan menerapkan personal hygiene. Pelaksanaan personal hygiene dipengaruhi beberapa faktor diantaranya citra tubuh, praktik sosial, status sosialekonomi, pengetahuan, budaya, pilihan pribadi, dan kondisi fisik. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan  personal hygiene dengan penyakit kulit di XX sedangkan  tujuan khususnya adalah mengetahui personal hygiene siswa,  mengetahui kejadian  penyakit kulit di SDN XX dan menganalisa hubungan antara personal hygiene dengan penyakit kulit di SDN XX.

Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SDN XX  sebanyak 248 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan meggunakan purposive sampling. Sesuai dengan kriteria inklusi, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 95 siswa. Variabel bebasnya adalah personal hygiene, sedangkan variabel terikatnya adalah penyakit kulit. Analisis yang digunakan dengan menggunakan uji Korelasi Lambda.

Perhitungan uji statistik dengan Korelasi Lambda didapatkan nilai p<α  (0,002<0,05) yang berarti Ho ditolak dan disimpulkan ada hubungan  antara personal hygiene dengan penyakit kulit di SDN XX.

 

 

 

 

Kode file : K317

File skripsi ini meliputi :

-          Abstraks, Daftar isi dll

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar pustaka

-          Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

 

Bentuk file : Ms.Word

Charge : Rp. 120.000,-


Kamis, 08 September 2011

Hubungan Tingkat Pengetahuan Klien Tentang Penyakit Katarak Dengan Perilaku Mencari Pertolongan Pengobatan Di Poli Mata RS XX

Pembangunan bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia Indonesia. Hal ini untuk mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal, salah satunya melalui kesehatan indera manusia
khususnya indera penglihatan. Penyakit katarak merupakan gangguan
penglihatan terbanyak yang dapat menyebabkan kebutaan di Indonesia.
Karena itu, upaya pemeliharan kesehatan indera penglihatan dan
pencegahan kebutaan merupakan satu hal yang perlu mendapat perhatian
dari berbagai pihak. Sedangkan perilaku masyarakat Jember dalam
meningkatkan derajat kesehatannya yaitu mencari pertolongan pengobatan
hanya memanfaatkan fasilitas kesehatan berupa puskesmas, masih kurang
memanfaatkan pelayanan kesehatan yang lain.
Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan klien
tentang penyakit katarak dengan perilaku mencari pertolongan
pengobatan di Poli Mata RS XX. Desain penelitian analitik dengan
menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian ini adalah
seluruh penderita katarak yang melakukan kunjungan di Poli Mata RS XX.
Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik quota
sampling, dengan jumlah sampel 30 kunjungan responden.
Hasil uji statistik analisis chi Square dengan tingkat kemaknaan 95%
(α=0,05), didapatkan nilai p=0,003 yang berarti nilai p<0,05 disebut
juga Ho ditolak. Artinya uji statistik adalah terdapat hubungan
tingkat pengetahuan klien tentang penyakit katarak dengan perilaku
mencari pertolongan pengobatan di Poli Mata RS XX. Nilai OR=2,000;
yang artinya responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik memiliki
peluang dua kali untuk berperilaku mencari pertolongan pengobatan
dilakukan dibandingkan dengan responden yang memiliki tingkat
pengetahuan sedang dan responden yang memiliki tingkat pengetahuan
rendah. Kesimpulannya adalah pengetahuan klien tentang penyakit
katarak dapat mempengaruhi dari perilaku seseorang dalam mencari
pertolongan pengobatan


Kode file : K316
File skripsi ini meliputi :
- Abstraks, Daftar isi dll
- Bab 1 - 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (kuesioner, tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word,
Charge : Rp. 120.000,-

Perbedaan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Preoperasi Sebelum Dan Sesudah Diberikan Terapi Musik Di Bangsal Bedah RS XX

Kecemasan adalah keadaan yang tidak mengenakan dan tidak merasa nyaman
yang terjadi di kehidupan sehari-hari yang juga dapat terjadi pada
seseorang yang akan menjalani operasi. Dalam studi pendahuluan di
Rumah Sakit Daerah XX pada bulan April 2011 didapatkan data bahwa,
dari 10 orang pasien yang akan dilakukan operasi dengan General
Anastesi, ternyata kurang lebih 60% mengalami kecemasan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan
pasien preoperasi sebelum dan sesudah diberikan terapi musik di
Bangsal Bedah RS XX.
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment dengan
pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh pasein preoperasi yang berada di bangsal bedah RS
XX selama kurun waktu bulan Juli sampai Agustus 2011. Teknik sampel
yang digunakan adalah convinience sampling dengan jumlah sampel yang
diambil sebanyak 30 orang.
Hasil penelitian ini diperoleh tingkat kecemasan pasien preoperasi
sebelum dilakukan terapi musik di RS XX sebagian besar adalah tingkat
kecemasan sedang yaitu sebanyak 21 orang (70%). Tingkat kecemasan
pasien preoperasi sesudah dilakukan terapi musik di RSD sebagian besar
adalah tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 20 orang (66,7%).
Berdasarkan uji Wilcoxon diketahui nilai p = 0,0005 (p<0,05)
menunjukkan adanya perbedaan sangat signifikan antara tingkat
kecemasan pasien preoperasi sebelum dan sesudah diberikan terapi musik
di RS XX. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terapi musik dapat
menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi.


Kode file : K315
File skripsi ini meliputi :
- Abstraks, Daftar isi dll
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka
- Lampiran2 (prosedur kerja terapi music, lagu .mp3, dll)

Bentuk file : Ms.Word, spss
Charge : Rp. 120.000,-

Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Post Partum Primipara dengan Kelancaran Pengeluaran ASI di Ruang Nifas RS XX

Keluarga dengan seorang anak yang baru lahir memiliki tugas yang
lebih bermakna dalam menjalani kehidupannya. Peran ibu dalam menyambut
kelahiran seorang anak lebih dominan. Ibu primipara atau ibu baru
harus mengenali hubungan dirinya dengan bayi. Bayi memerlukan
perlindungan, perawatan, dan sosialisasi. Tuntutan sebagai ibu akan
dirasakan semakin berat karena kurangnya pengetahuan perempuan akan
hal perawatan bayi. Hal tersebut dapat menimbulkan gangguan psikologis
seperti cemas. Keadaan psikis tersebut tentunya berpengaruh pada
keadaan fisik ibu. Kondisi fisik ibu sangat menentukan perkembangan
sang bayi dalam hal pemberian nutrisi berupa ASI. Hasil studi
pendahuluan diketahui klien primipara masih memiliki kecemasan
walaupun telah diberikan antenatal care dan beberapa diantaranya
mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI. Fenomena tersebut dapat
ditemukan di Ruang Nifas RS XX.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat
kecemasan ibu post partum primipara dengan kelancaran pengeluaran ASI
pada ibu post partum primipara. Desain penelitian survei analitik
dengan pendekatan cross sectional. Total populasi sebesar 168 pasien.
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan
jumlah sampel 40 pasien.
Perhitungan uji statistik dengan korelasi Lambda didapatkan nilai p=
0,000 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan uji statistik adalah ada
hubungan antara tingkat kecemasan ibu post partum primipara dengan
kelancaran pengeluaran ASI di Ruang Nifas RS XX.


Kode file : K314
File skripsi ini meliputi :
- Abstraks, Daftar isi dll
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka

Bentuk file : Ms.Word, spss
Charge : Rp. 75.000,-

Minggu, 07 Agustus 2011

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu Dengan Cakupan Kunjungan Balita Di Posyandu Desa XX

Saat ini cakupan penimbangan balita di Posyandu Desa XX berkisar (D/S)
59,13%, untuk cakupan balita yang mengalami kenaikan berat badan
dibagi jumlah sasaran (N/D) yaitu pada balita mencapai 72,57%.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Desa XX pada
Maret 2011, penulis mewawancarai 10 ibu balita yang datang ke
Polindes XX untuk berobat, diketahui 6 responden (60%) mengatakan
tidak datang ke posyandu karena anaknya sudah berusia 1 - 5 tahun dan
sudah mendapat imunisasi lengkap, anaknya sehat sehingga tidak perlu
lagi datang ke posyandu, 2 responden (20%) mengatakan karena ibu ada
pekerjaan di sawah, 2 responden (20%) mengatakan karena anaknya sakit.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu
tentang posyandu dengan cakupan kunjungan balita di posyandu desa XX.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian survey analitik jenis
croos sectional. Wawancara dilaksanakan pada 60 ibu balita. Subjek
ditarik dari populasi dengan cara purposive sampling. Variabel dalam
penelitian ini adalah variabel independen (variable bebas) yaitu
pengetahuan ibu tentang posyandu dan variabel dependen (variabel
tergantung) yaitu cakupan kunjungan balita di posyandu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan baik
sebanyak (63,3%) pengetahuan kurang sebanyak (11,7%). Cakupan
kunjungan balita di posyandu tidak memenuhi target kunjungan balita >8
kali/tahun sebanyak (53,3%) sedangkan kunjungan balita di posyandu
yang memenuhi target kunjungan balita >8 kali/tahun sebanyak (46,7%).
Hasil analisa data hubungan pengetahuan ibu tentang posyandu dengan
cakupan kunjungan balita di posyandu dengan menggunakan uji Chi-square
didapatkan nilai signifikan 0,016, dimana angka ini kurang dari batas
signifikan yaitu α 0,05. Karena p< 0,05. Kesimpulan yang dapat ditarik
adalah ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang
posyandu dengan cakupan kunjungan balita di posyandu.


Kode file : K313
File skripsi ini meliputi :
- Abstraks, Daftar isi dll
- Bab 1 - 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka (16 pustaka, tahun 2006 s/d 2011)
- Lampiran2 analisis, kuesioner, dll

Bentuk file : Ms.Word, Excell
Charge : Rp. 150.000,-

Gambaran Pertumbuhan Balita Berdasarkan Keaktifan Ibu Ke Posyandu di Desa XX

Posyandu merupakan wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan
kesehatan masyarakat dan keluarga berencana yang dilaksanakan oleh
masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan
pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan. Nilai
strategis posyandu untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini
yaitu pembinaan kelangsungan hidup anak dari janin sampai balita.
Salah satu kegiatannya adalah pemantauan tumbuh kembang balita setiap
bulan. Setiap anak ditimbang sehingga dengan mudah ibu mengetahui
gangguan pertumbuhan anak sedini mungkin sebelum anak jatuh pada
kondisi kurang atau buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran pertumbuhan balita berdasarkan keaktifan ibu ke posyandu.
Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan populasi semua
Balita usia 1 – 3 tahun di Desa XX. Jumlah sampel adalah 65 balita
yang diambil secara total sampling. Metode pengumpulan data melalui
wawancara dan observasi dengan menggunakan alat ukur: timbangan,
mitrotoa yang dilakukan pada bulan April sampai Juli 2011. Data
dianalisa secara deskriptif menggunakan rumus prosentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan Ibu Balita Ke
Posyandu di Desa XX sebagian besar (62%) aktif, dengan Pertumbuhan
balita hampir seluruhnya (83%) normal, 15% kurus, dan 2% gemuk.
Pertumbuhan balita berdasarkan keaktifan Ibu balita ke Posyandu yaitu
1 balita gemuk tidak aktif ke posyandu, 68,5% balita dengan
pertumbuhan normal aktif ke posyandu, dan 70% balita dengan
pertumbuhan kurus tidak aktif ke posyandu. Peneliti menyarankan agar
petugas gizi dan bidan desa menggiatkan kembali kegiatan posyandu,
meningkatkan layanan gizi seperti demostrasi memasak makanan yang
memenuhi persyaratan gizi serta memberikan ketrampilan kepada
masyarakat untuk pemanfaatan lahan pekarangan untuk bahan makanan
bernilai gizi tinggi serta untuk meningkatkan pendapatan.


Kode file : K312
File skripsi ini meliputi :
- Abstraks, Daftar isi dll
- Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)
- Daftar pustaka (Tahun 2003 s/d 2011)
- Lampiran2 analisis, kuesioner, dll

Bentuk file : Ms.Word, Excell
Charge : Rp. 100.000,-