Selasa, 21 April 2009
ESTER ASAM LEMAK
asam lemak ataupun terkadang ada gugus hidroksilnya yang teresterkan tidak dengan asam lemak tetapi dengan phospat seperti pada phospolipid. Disamping itu ada juga ester antara asam lemak dengan alkoholnya yang membentuk monoester seperti terdapat pada minyak jojoba.
Ester asam lemak sering dimodifikasi baik untuk bahan makan maupun untuk
bahan surfaktan, aditif, detergen dan lain sebagainya [Endo, dkk, 1997]. Modifikasi ester asam lemak dapat dilakukan dengan beberapa cara.
SELENGKAPNYA ..KLIK
KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN
Mc. Gregor menyatakan bahwa setiap manusia merupakan kehidupan individu secara keseluruhan yang selalu mengadakan interaksi dengan dunia individu lainnya. Apa yang terjadi dengan orang tersebut merupakan akibat dari perilaku orang lain. Sikap dan emosi dari orang lain mempengaruhi orang tersebut. Bawahan sangat tergantung pada pimpinan dan berkeinginan untuk diperlakukan adil. Suatu hubungan akan berhasil apabila dikehendaki oleh kedua belah pihak.
Bawahan memerlukan rasa aman dan akan memperjuangkan untuk melindungi diri dari ancaman yang bersifat semu atau yang benar - benar ancaman terhadap tidak terpenuhinya kebutuhan dalam situasi kerja.
Atasan / pimpinan menciptakan kondisi untuk mewujudkan kepemimpinan yang efektif dengan membentuk suasana yang dapat diterima oleh bawahan, sehingga bawahan tidak merasa terancam dan ketakutan.
Untuk dapat melakukan hal tersebut di atas, baik atasan maupun bawahan perlu memahami tentang pengelolaan kepemimpinan secara baik, yang pada akhirnya akan terbentuk motivasi dan sikap kepemimpinan yang profesional.
SELENGKAPNYA ... KLIK
TEORI HYPNOSYS DAN TUJUAN BELAJAR
Pavlov, yang tekun dengan karyanya tentang reflek yang terkondisikan barpendapat bahwa hipnosis adalah salah satu bentuk tidur yang karenanya istilah yang digunakan berasal dari kata tersebut, teorinya sebagian besar disanggah oleh:
- berbagai studi kejiwaan yang menunjukkan perbedaan antara EEG pada waktu tidur dan pada waktu dihipnosis
- domontrasi tentang hipnosis dalam keadaan terjaga, sekalipun demikian, hubungan antara hipnosis dan releksasi masih teteap penting.
Seorang psikoanalis mengemukakan bahwa hipnosis adalah keadaan regeresi sbagian diman subjek kekurangan kendfali yang ada didalam kesadaran yang nyata dan karenanya bertindak secara imfulsif dan terlibat dalam pembuatan fantasi. Suatu teori yang berdasarkan sifat kejadian banyak perilaku hipnosis menekankan melakukan diluar kemampauan (Involumtary role enactman) sebagai respon tuntutan sosial. Teori ini tidak bermaksud menyatakan bahwa subjek menerapkan supaya yang sengaja untuk membohongi ahli hipnosis; teori ini berasumsi bahwa subjek sangat terlibat dalam suatu peran sehingga tindakan terjadi tanpa disadari.
Teoritikus yang lain berangapan bahwa hipnosis adalah fantasi yang terarah kesatu tujuan (goal-directed fantasy). Dengan seorang kolaboarator, dia mengembangkan suatu skala pengukuran berdasarkan dengan konsep ini yang dikenal sebgai Skala Imajinasi Kreatif (Creative imagination Scale). Teori yang serupa dengan tafsiran pada abad 19, dikemukakan oleg Pierre Jane, mengangap hipnosis sebgai gejala dissosiatif (dissosciative phenomena), dimana beberapa aspek fungsi mental terpisah dari aspek yang lain. Bentuk teori ini yang sudah dimodifikasi dan yang disebut teory dissosiasi baru (neo-dissociation theory) . (Hilgard, 1977) mengmukakan bahwa dalam pengaruh hipnosis terjadi semacam pemisahan kesadaran. Persaingan dan perdebatan berbagai teori hipnosis lebih seru pada kira-kira satu dekade yang lalu dibandingkan dengan saat ini. Dengan fakta dan hubungan yang lebih dimengerti poada tingkatan empirik, perdebatan antara keterangan ynag ada menjadi tidak begitu penting, setiap teori memfkuskan perhatiannya pada ciri penting hipnosis, dan karena data baru sudah ada, perbedaan sudah dapat teratasi
TUJUAN DARI PELATIHAN
- Tujuan utama dari prlatihan ini adalah untuk melatih kemapuan dalam seni berkomunikasi yang baik baik secara verbal dan non verbal , melatih untuk berintraksi dengan lebih percaya diri, pada tingkatan selanjutnya mampu menjadi seorang hipnoterapis yang dapat melakukan problem solving bagi klienya dan masih banyak yang lainya .
- Pemahaman terhadap konsep dasar dari hipnosis
- Pemahaman Suggestivity Test dan Training terhdap klien
- Pemahman prosedur cara melakukan hipnosis kepada klien
- Pemahaman Self hipnosis dan Auto Hipnosis
- Pemhaman terhadap perbedaan antara Western hipnosis dan Traditional hipnosis
- Pemahaman terhadap perbedaan antara hypnoterapi dan stage hipnosis
Sistem yang digunakan dalam pelatihan ini adalah western hipnosis, khususnya metodologi hypnosis yamng mengacu kepada kemampuan komunikasi Verbal dan Non verbal dan sistem yang dipergunakan adalah bebas dari unsur Magic, mistik dan Esoterik. Oleh karena itu dalam pelatihan ini tidak terdapat proses : Attuemen, Initiation, Shaktipat, Abhiseka, Pengisian, Penyelarasan , atau istilah lainya yang mengandung kemiripan arti, dan tidak diajarkan ritual-ritual mistik ( termasuk doa dan mantra )
SEJARAH HYPNOSYS
Hingga saat ini, para hindi healer masih melakukan berbagai tehnik penyembuhan yang berasal dari zaman kuno yang mengunakan unsur hipnosis.
- Franz Anton Mesmer (1735-1815)
Penelitian secara ilmiah diawalai oleh mesmer, mesmer adalah seoarang dokter dari Wina yang mengunakan suatu tehnik suatu pengobatan tertentu terhapa pasien jiwa, tehnik ini kemudian dikenal dengan tejnik mesmer, praktek terapi sugesti yang mesmer lakukan mengunakan apa yang dia namakan sebagai “sifat alamiah megnetisme hewani” .
Dari berbagai terapi yang dilakukan, mesmer akhirnya menyimpulkan bahwa semua orang mempunyai megnetisme dengan kadar yang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang kuat dan ada yang lebih lemah.
- John Elliotson (1791-1868)
Pakar selanjutnya yang berpengaruh adalah seorang dokter dari inggris Elliotson, dia seoarang assisten dokter di St. Thomas Hospital dan profesor di Univesirtas College di London, Elliotson sangat intyensif mengun akan mesmer dan sangat berhasil, khusunya dalam pengenendalian rasa sakit dan operasi, tapi setelah ditemukan zat kimia yang mempunyai efek anestetis yang dapat membuat mati rasa pada organ tubuh mesmerisme tidak lagi digunakan .
- Milton H. Ericson (1901-1980)
Ericson dipandang dipandang hipnoterapis dan psikoterapis yang paling kreatif dan inovatif, kehebatan, Ericson didunia praktik psikoterapi setara dengan Freud di dunia teori prilaku manusia. Ericson menjalni hidup yang unik dengan keterbatasan yang ia alami muali dari buta warna, agak tuli, dan dislexsia. Ia juga mederita sakit polio sebanyak dua kali, dalam upaya merehabilitasi dirinya dia mengalami fenomena hipnosis klasik dan mengerti bagaimana manfaat fenomena tersebut untuk tujuan terapi, sumbangan paling berharga yang dilakukan ericson pada dunia hipnosis adalah pengembangan tehnik sugesti tidak lansung dan non –m authoritarium.
HYPNOSYS, SENI BERKOMUNIKASI
Pengembangan hypnosis diatas secara umum sering disebut dengan hipnoterapy, disini saya akan lebih banyak menjelaskan tentang hiponosis karena hipnosis adalah dasar dari hipnoterapy, forensic hipnosis , satge hipnosis , metaphysical hiponosis.
Apa itu hipnosis?
Kata hipnosis dalam bahasa inggris adalah hypnosis atau hypnotism menurut kamus Encarta memiliki makna:
- suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang
- tehnik atau praktek dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk kedalam kondisi hipnosis
beberapa defenisi yang lain mengatakan
- hipnosis adalah suatu kondisi dimana perhatian menjadi sanggat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meninggkat sanggat tinggi
- hipnosis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tinggkat kesadarannya yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak
- hipnosis adalah seni ekplorasi alam bawah sadar
- hipnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat
- hipnosis adalah suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti
Istilah untuk orang dalam kondisi hipnosis,
ada bebearapa istilah yang biasa digunakan yaitu
- Subjek
Adalah orang yang digunakan dalam eksperimen ilmiah yang mengukan hipnosis - Klien
Klien adalah orang yang ingin memperbaiki hidupnya dengan mengunakan hipnosis dalam aplikasi non- medis atau meminta bantuan seseorang hipnoterapis profesional untuk mengunakan hipnosis dalam aplikasi medis seperti dalam mengendalikan rasa sakit. - Pasien
Pasien yang mengalami hipnosis adalah orang yang :
Mengalami aplikasi medis dari hipnosis dalam sebuah rumah sakit
Pasien dari klinik gigi yang dihipnosis baik oleh dokter gigi atau seorang hipnoterapis
Pasien dari dokter yang memiliki kualifikasi mengunakan hipnosis sebagai dari terapi yang dilakukan
o Partisipan
Partisipan adalah orang yang mengalami aplikasi hipnosis, yang bersifat non-medis, yang dilakukan terhadap seseorang atau sekelompok orang pada waktu bersamaan misalnya hipnosis yang dilakukan terhadap peserta seminar manajemen stres atau terhadap orang yang ingin merasakan hipnosis, atau dalam pertunjukkan ( stage hypnosis)
PENGEMBANGAN SENSOR GAS HIDROGEN SULFIDA BERBASIS REAGEN KERING TIMBAL ASETAT
dengan tingkat toksisitas yang tinggi. Untuk mengetahui keberadaaan serta kadar gas H2S di alam, salah satu caranya dapat dilakukan dengan melakukan
monitoring udara, yang diawali dengan pendeteksian (pensensoran) dan
dilanjutkan dengan penentuan kadarnya. Sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, para ilmuwan kimia telah berhasil mengembangkan beberapa
metode yang praktis dan sederhana, untuk mendeteksi keberadaan gas H2S baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Contoh praktis yang telah berhasil
dikembangkan adalah mendeteksi kadar H2S dengan memanfaatkan sistem reaksi oksidasi-reduksi melalui titrasi iod secara langsung hingga tercapai titik ekivalen dari kedua senyawa (Harjadi, 1990).
Teknik lain yang telah berhasil dikembangkan untuk mendeteksi H2S,
yakni dengan teknik sensor. Teknik sensor ini memanfaatkan sifat sensitifitas
serta selektifitas dari suatu zat terhadap zat yang akan dideteksi. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode impregnasi kertas, yang dilakukan dengan mengimpregnasikan reagen pendeteksi ke dalam kertas berpori, lalu dideteksi oleh detektor lewat serat optik secara reflektansi (Narayanaswamy and Sevilla, 1987). Teknik sensor H2S yang lain misalnya dengan metode sol gel campuran oksida SnO2–CeO2, yang sensitif dan selektif terhadap gas H2S (Fang et al., 2000).
Pada penelitian ini diusulkan suatu teknik sensor yang mudah dan
sederhana untuk mendeteksi keberadaan hidrogen sulfida, dengan memanfaatkan sifat kimiawi timbal asetat terhadap H2S. Di sini diterapkan teknik imobilisasi terhadap timbal asetat dengan menggunakan polivinil klorida (PVC) sebagai material pendukung reagen kering. Reagen kering yang dihasilkan memiliki beberapa keunggulan, seperti kekuatan media dan fase padatan yang tidak mudah rusak, juga tahan terhadap pengaruh asam, stabil dan mudah diregenerasi.
DOWNLOAD FILE LENGKAP
PREPARASI MEMBRAN NATA DE COCO-ETILENDIAMIN DAN STUDI KARAKTERISTIK PENGIKATANNYA TERHADAP ION Cu2+
Preparasi dilakukan melalui tiga tahap, meliputi: degradasi mekanik nata de coco, aktivasi menggunakan asam sulfat, dan modifikasi menggunakan etilendiamin. Membran nata-en menunjukkan perilaku yang berbeda dengan dua tipe membran dari tahap preparasi sebelumnya, dalam hal sifat mekanik dan strukturnya. Membran nata murni memiliki sifat mekanik kuat, nata teraktivasi cenderung rapuh, sedangkan nata-en bersifat sangat kuat. Spektra infra merah dari tipe tiga membran (nata murni, nata teraktivasi, dan nata-en) secara umum tidak mengalami perubahan yang signifikan, namun dalam spektra UV-VIS terjadi pergeseran panjang gelombang maksimum dari masing-masing membran. Membran nata murni memiliki panjang gelombang maksimum pada 265 nm, nata teraktivasi pada 280 nm, sedangkan membran nata-en pada 290 dan 295 nm, masing-masing untuk nata-en yang dipreparasi dengan lama aktivasi 10 menit dan 30 menit. Membran nata-en mengalami degradasi struktur, baik didalam air maupun dalam etanol dengan lama waktu yang dibutuhkan untuk degradasi, masing-masing 2x15 menit dan 3x15 menit. Setiap parameter penelitian memiliki pengaruh pada kemampuan membran nata-en untuk mengikat ion Cu(II). Membran nata-en menunjukkan kemampuan pengikatan ion Cu(II) paling optimum pada saat di preparasi menggunakan 2 M asam sulfat selama 30 menit dan konsentrasi etilendiamin 1,6 M.
Kata kunci:
Nata de coco, etilendiamin, membran nata de coco-etilendiamin (nata-en), ion Cu 2+