Osteoporosis lebih banyak dialami wanita. Osteoporosis bersifat asimtomatis sehingga perlu adanya tindakan pencegahan sejak dini. Pengetahuan tentang osteoporosis penting untuk menentukan langkah-langkah perilaku pencegahan osteoporosis yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada/ tidak hubungan antara pengetahuan tentang osteoporosis dengan perilaku pencegahan osteoporosis pada wanita pre menopause. Penelitian ini merupakan penelitian asosiasi dengan rancangan penelitian analytic observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 57 responden wanita pre menopause yang berusia 40-50 tahun dengan kriteria pendidikan minimal SMA dan belum mengalami menopause. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang osteoporosis dan perilaku pencegahan osteoporosis. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruhnya (93%) memiliki pengatahuan baik, sebagian kecil (5,3%) responden memiliki pengetahuan cukup dan sebagian kecil (1,8%) memiliki pengatahuan kurang baik. Sedangkan untuk variabel perilaku didapatkan bahwa sebagian besar (61,4%) memiliki perilaku baik dalam pencegahan osteoporosis, sebagian kecil (22,8%) memiliki perilaku kurang baik dan sebagian kecil (15,8%) responden yang sudah memiliki perilaku baik dalam pencegahan osteoporosis. Hasil analisa hubungan antara pengetahuan dan perilaku digunakan penghitungan berdasarkan Fisher Exact didapatkan bahwa p hitung (p = 0,772) lebih besar dari α yang ditetapkan (α = 0,05). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang osteoporosis dengan perilaku pencegahan osteoporosis pada wanita pre menopause di wilayah Puskesmas Arjuno Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan agar variabel bebas yang diteliti mencakup semua faktor yang mempengaruhi perilaku (pengetahuan, persepsi, emosi, motivasi dan sikap).
Kode File : L003
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll
Harga : Rp. 40.000,-
Jumat, 27 Maret 2009
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Pengobatan dan Perawatan pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas XXX
TB paru merupakan penyakit saluran pernafasan yang mematikan. Untuk menunjang keberhasilan pengobatan TB paru pemerintah menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shourtcourse chemotherapy) selama 6 bulan. Pengobatan dan perawatan TB paru harus berjalan seimbang yang memerlukan pengetahuan penderita TB paru mengenai penyakit, pengobatan dan perawatan TB paru. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif analitik observasional dengan desain croos sectional. Bertujuan mengetahui adanya hubungan antara variabel tingkat pengetahuan tentang pengobatan dan perawatan TB paru dengan kepatuhan pengobatan perawatan penderita TB paru. Populasi yang digunakan adalah penderita TB paru diwilayah kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Sampel diambil secara porposive random sampling, yaitu penderita TB paru yang masih aktif mengikuti program DOTS dan memenuhi kriteria inklusi, berjumlah 35 orang. Data tingkat pengetahuan diperoleh melalui kuesioner, diolah dengan cara menghitung skor pengetahuan responden. Demikian juga data kepatuhan diperoleh melalui lembar observasi yang dilaksanakan PMO. Hasil yang diperoleh dari tingkat pengetahuan penderita TB paru dalam katagori cukup (45,7%), dengan pelaksanaan kepatuhan dalam katagori patuh (71,4%). Analisa dua variabel didapatkan hasil perhitungan Chi Kuadrat adalah 10,681 dengan keeraan hubungan keduanya sebesar 0.484. Dapat disimpulkan ada hubungan antara variabel tingkat pengetahuan penderita TB paru tentang penyakit, pengobatan dan perawatan TB paru dengan kepatuhan pengobatan perawatan TB paru dengan hubungan keeratan agak rendah. Kepatuhan didukung oleh tingkat pengetahuan yang cukup, petugas kesehatan yang profesional dan dukungan keluarga melalui peran serta PMO. Sedangkan ketidakpatuhan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang kurang dan sedikitnya pengalaman, dan sosial ekonomi yang rendah. Ketidakpatuhan lebih banyak terdapat pada aspek perawatan. Berdasarkan hasil penelitian diatas disarankan kepada tenaga kesehatan penyuluhan TB paru tidak hanya menekankan pada pengobatannya saja tetapi termasuk aspek perawatannya. Penyuluhan penyakit TB paru terus ditingkatkan karena TB paru tidak hanya menyerang sosial ekonomi rendah tetapi termasuk sosial ekonomi menengah keatas. Lebih diutamakan penyuluhan di lingkungan industri dan lingkungan pendidikan karena sebagian besar responden adalah bekerja sebagai buruh dan terdapat beberapa usia sekolah.
Kode File : L002
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll
Harga : Rp. 50.000,-
Kode File : L002
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll
Harga : Rp. 50.000,-
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit DHF
Program pencegahan penyakit DHF di masyarakat perlu dilaksanakan mengingat virus yang diakibatkan oleh vektor nyamuk aedes aegypti masih belum diketemukan obatnya. Usaha yang paling tepat untuk menghindari penyebaran penyakit DHF ini dapat dilakukan dengan program pencegahan penyakit DHF. Upaya preventif ini memerlukan peran serta yang aktif dari warga masyarakat dalam menghilangkan vektor nyamuk aedes aegypti dengan memperhatikan semua yang dapat menimbulkan berkembangnya vektor tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pencegahan penyakit DHF adalah tingkat pendidikan, sikap dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DHF, lingkungan tempat tinggal harus mendapat perhatian untuk mencapai suatu keadaan yang sehat dan terbebas dari vektor nyamuk DHF.
Penelitian ini mulai dilaksanakan sampai tanggal 30 Desember 2002. Penulis bermaksud mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam pencegahan penyakit DHF di komplek Perumahan Lokojoyo. Harapan dari penelitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan gambaran tentang sejauhmana faktor tingkat pendidikan, sikap dan pengetahuan tentang penyakit DHF, serta lingkungan tempat tinggal dapat mempengaruhi praktek pencegahan penyakit DHF.
Jenis penelitian merupakan penelitian deskiptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah semua kepala keluarga yang tinggal di Perumahan Lokojoyo. Sampel yang penulis ambil berjumlah 66 kepala keluarga dengan menggunakan simple random sampling. Adapun instrumen yang penulis gunakan adalah angket tertutup yang dibagikan dan diisi oleh responden.
Hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan praktek pencegahan penyakit DHF dari uji pearson correlation P = 0,000 adanya hubungan yang erat antara sikap dan pengetahuan tentang penyakit DHF dengan praktek pencegahan penyakit DHF menunjukkan hasil perhitungan uji pearson correlation P =0,000 dan adanya hubungan antara lingkungan tempat tinggal dengan praktek pencegahan penyakit DHF yang diperkuat dengan uji pearson correlation dengan tingkat kemaknaan P = 0,000.
Kode file : L001
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, daftar isi, dll)
b. Bab I – III (pendahuluan – metode penelitian) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Kuesioner, dll
Harga : Rp. 40.000,-
Penelitian ini mulai dilaksanakan sampai tanggal 30 Desember 2002. Penulis bermaksud mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam pencegahan penyakit DHF di komplek Perumahan Lokojoyo. Harapan dari penelitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan gambaran tentang sejauhmana faktor tingkat pendidikan, sikap dan pengetahuan tentang penyakit DHF, serta lingkungan tempat tinggal dapat mempengaruhi praktek pencegahan penyakit DHF.
Jenis penelitian merupakan penelitian deskiptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah semua kepala keluarga yang tinggal di Perumahan Lokojoyo. Sampel yang penulis ambil berjumlah 66 kepala keluarga dengan menggunakan simple random sampling. Adapun instrumen yang penulis gunakan adalah angket tertutup yang dibagikan dan diisi oleh responden.
Hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan praktek pencegahan penyakit DHF dari uji pearson correlation P = 0,000 adanya hubungan yang erat antara sikap dan pengetahuan tentang penyakit DHF dengan praktek pencegahan penyakit DHF menunjukkan hasil perhitungan uji pearson correlation P =0,000 dan adanya hubungan antara lingkungan tempat tinggal dengan praktek pencegahan penyakit DHF yang diperkuat dengan uji pearson correlation dengan tingkat kemaknaan P = 0,000.
Kode file : L001
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, daftar isi, dll)
b. Bab I – III (pendahuluan – metode penelitian) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Kuesioner, dll
Harga : Rp. 40.000,-
Hubungan Sikap Perawat Terhadap Perilaku Perawat Dalam Komunikasi Terapeutik Pada Klien Skizofrenia
Skizofrenia merupakan suatu bentuk psikosa yang sering dijumpai dimana-mana sejak dahulu kala. Perawat diharapkan mempunyai kemampuan komunikasi terapeutik untuk membawa klien ke arah kehidupan yang lebih baik dan berguna bagi klien untuk kembali ke masyarakat.
Dalam komunikasi terapeutik diperlukan adanya hubungan kerjasama yang baik antara perawat dan klien yang ditandai dengan tukar menukar perilaku, perasaan, pikiran dan pengalaman dalam membina hubungan intim yang terapeutik. Dalam pelaksanaannya proses hubungan antara perawat dan klien dapat dibagi dalam empat fase yaitu fase prainteraksi, fase perkenalan atau orientasi, fase kerja dan fase terminasi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hubungan perawat dan klien yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku. Tetapi apakah faktor-faktor tersebut bisa dikatakan sangat dominan sehingga dirasa perlu melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk membuktikan kebenarannya.
Kode File : K052
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Bab I – III (pendahuluan – metpen) lengkap
b. Daftar Pustaka
c. Instrumen, dll
Donasi: Rp. 30.000,-
Dalam komunikasi terapeutik diperlukan adanya hubungan kerjasama yang baik antara perawat dan klien yang ditandai dengan tukar menukar perilaku, perasaan, pikiran dan pengalaman dalam membina hubungan intim yang terapeutik. Dalam pelaksanaannya proses hubungan antara perawat dan klien dapat dibagi dalam empat fase yaitu fase prainteraksi, fase perkenalan atau orientasi, fase kerja dan fase terminasi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hubungan perawat dan klien yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku. Tetapi apakah faktor-faktor tersebut bisa dikatakan sangat dominan sehingga dirasa perlu melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk membuktikan kebenarannya.
Kode File : K052
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Bab I – III (pendahuluan – metpen) lengkap
b. Daftar Pustaka
c. Instrumen, dll
Donasi: Rp. 30.000,-
Studi Tentang Gangguan Konsep Diri Pada Klien Gangren Diabetik
Permasalahan pada klien gangren diabetik memang sangat komplek, selain fisiknya juga psikososialnya terganggu. Salah satunya adalah gangguan konsep diri. Faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan konsep diri diantaranya adalah pendidikan, pekerjaan, umur dan status perkawinan. Jika masalah tersebut tidak direspon lebih lanjut,akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap gangguan konsep diri pada klien gangren diabetik
Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dimana sampelnya adalah semua klien yang menderita gangren diabetik di ruang interna laki dan ruang interna wanita RSUD. Dr. Soetomo Surabaya. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data ini menggunakan kuesioner dan analisa dengan uji Chi Square tingkat kemaknaan p 0,05
Hasil penelitian menunjukkan gambaran, bahwa hasil penelitian dari uji Chi Square ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan terhadap konsep diri dengan nilai kemaknaan p = 0,03891. Demikian pula antara pekerjaan dan konsep diri, ada pengaruh yang signifikan dengan nilai kemaknaan p = 0,03317. Kemudian antara umur dan konsep diri juga berpengaruh signifikan dengan nilai kemaknaan p = 0,00006. Hasil penelitian berikutnya yang menggambarkan ada pengaruh yang signifikan antara status perkawinan dan konsep diri dengan nilai kemaknaan p = 0,00444. Gambaran hasil tersebut di atas, menunjukkan bahwa sebagian besar responden dapat beradaptasi dengan baik terhadap gangguan konsep diri.
Kode File : K051
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
Donasi: Rp. 20.000,-
Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dimana sampelnya adalah semua klien yang menderita gangren diabetik di ruang interna laki dan ruang interna wanita RSUD. Dr. Soetomo Surabaya. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data ini menggunakan kuesioner dan analisa dengan uji Chi Square tingkat kemaknaan p 0,05
Hasil penelitian menunjukkan gambaran, bahwa hasil penelitian dari uji Chi Square ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan terhadap konsep diri dengan nilai kemaknaan p = 0,03891. Demikian pula antara pekerjaan dan konsep diri, ada pengaruh yang signifikan dengan nilai kemaknaan p = 0,03317. Kemudian antara umur dan konsep diri juga berpengaruh signifikan dengan nilai kemaknaan p = 0,00006. Hasil penelitian berikutnya yang menggambarkan ada pengaruh yang signifikan antara status perkawinan dan konsep diri dengan nilai kemaknaan p = 0,00444. Gambaran hasil tersebut di atas, menunjukkan bahwa sebagian besar responden dapat beradaptasi dengan baik terhadap gangguan konsep diri.
Kode File : K051
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
Donasi: Rp. 20.000,-
Analisa Hubungan Karakteristik Perawat Dan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Protap Pemasangan Infus
Infeksi nosokomial pada pasien yang terpasang kanula intra vena merupakan salah satu indikator adanya infeksi akibat kesalahan pemasangan maupun perawatan pasien dengan terapi intravena. Perawat berpendapat pemasangan infus adalah hal yang sudah biasa dikerjakan. Bahkan ketika ditanya masalah protap pemasangan infus mereka sedikit mengetahui isi dari protap tersebut dan ketika diobservasi saat melaksanakan pemasangan infus ternyata ada beberapa kriteria tidak dilaksanakan yang sesuai dengan isi protap, terutama masalah mencuci tangan (teknik septik-aseptik). Sementara dari laporan tahunan pengendalian infeksi nosokomial didapatkan angka infeksi nosokomial karena pemasangan kanula intra vena yaitu 2,15% dari seluruh kejadian infeksi nosokomial yang ada. Disisi lain, pihak rumah sakit sudah mempunyai protap-protap dalam menanggulangi terjadinya infeksi nosokomial tersebut, kenyataannya masih timbul kejadian infeksi nosokomial pada pasien yang terpasang kanula intra vena.
Kepatuhan merupakan bagian dari prilaku individu yang bersangkutan untuk mentaati atau mematuhi sesuatu, sehingga kepatuhan perawat dalam melaksanakan protap pemasangan dan pearawatan infus tergantung dari prilaku individu perawat itu sendiri. Perilaku kepatuhan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan dapat dikategorikan menjadi faktor intrernal yaitu karakterisitk perawat itu sendiri (umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, status perkawinan, kepribadian, sikap, kemampuan, persepsi dan motivasi) dan faktor eksternal (karakteristik organisasi, karakteristik kelompok, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik lingkungan).
Faktor tersebut diatas sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut mengenai sejauh mana tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan protap pemasangan dan perawatan infus dihubungkan dengan faktor internal dan eksternal dari perawat itu sendiri. Untuk mendapatkan gambaran nyata dari fenomena diatas maka penulis ingin meneliti sejauh mana hubungan antara faktor-faktor tersebut diatas dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus. Hasil penelitian ini akan dapat memberi acuan dalam mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat dan selanjutnya dapat dipakai mencari solusi dalam meningkatkan kepatuhan perawat terhadap protap-protap yang berlaku.
Kode File : K050
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll
Harga : Rp. 30.000,-
Kepatuhan merupakan bagian dari prilaku individu yang bersangkutan untuk mentaati atau mematuhi sesuatu, sehingga kepatuhan perawat dalam melaksanakan protap pemasangan dan pearawatan infus tergantung dari prilaku individu perawat itu sendiri. Perilaku kepatuhan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan dapat dikategorikan menjadi faktor intrernal yaitu karakterisitk perawat itu sendiri (umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, status perkawinan, kepribadian, sikap, kemampuan, persepsi dan motivasi) dan faktor eksternal (karakteristik organisasi, karakteristik kelompok, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik lingkungan).
Faktor tersebut diatas sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut mengenai sejauh mana tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan protap pemasangan dan perawatan infus dihubungkan dengan faktor internal dan eksternal dari perawat itu sendiri. Untuk mendapatkan gambaran nyata dari fenomena diatas maka penulis ingin meneliti sejauh mana hubungan antara faktor-faktor tersebut diatas dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus. Hasil penelitian ini akan dapat memberi acuan dalam mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat dan selanjutnya dapat dipakai mencari solusi dalam meningkatkan kepatuhan perawat terhadap protap-protap yang berlaku.
Kode File : K050
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll
Harga : Rp. 30.000,-
Studi Perbandingan Keefektifan Jalan Nafas Pasca Anestesi Umum Inhalasi Pada Pasien Perokok Dan Tidak Perokok
Keefektifan jalan napas pasca anestesi, khususnya anestesi umum inhalasi sangat dipengaruhi oleh keadaan sistem kesehatan paru. Beberapa kelainan sistem pernapasan seperti obstruksi jalan napas, atau keadaan yang dapat mengakibatkan obstruksi jalan napas, infeksi jalan napas, serta gangguan gangguan lain yang dapat menghambat pertukaran gas, empisema dan bronchitis kronis. Hal ini perlu diantisipasi dan di tangani dengan baik agar tidak terjadi kegawatan napas. Salah satu faktor yang diyakini berpengaruh terhadap keadaan kelainan sistem pernapasan seperti bronchitis kronis dan empisema paru adalah faktor rokok. Menurut WHO Expert Committee On Smoking Control, rokok adalah penyebab utama timbulnya bronchitis kronis dan empisema paru. Selain itu juga terdapat hubungan yang erat antara merokok dan penurunan volume ekspirasi paksa pada detik pertama.
Dilihat dari besarnya angka perokok di Indonesia, tentu hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji dan dipelajari. Bahan kimia dari rokok yang diisap sebagian besar mempengaruhi kesehatan, khususnya kesehatan paru. Asap rokok mainstream terdiri dari 4000 jenis bahan kimia (Roberts, 1988) yang terbagi menjadi fase partikulat dan fase gas. Pada fase partikulat zat yang yang dihasilkan adalah nikotine, nitrosamine, nitrosonornikotin, polisiklik hidrokarbon, logam berat dan karsinogenik amine. Sedangkan pada fase gas adalah karbonmonoksid, karbondioksid, benzene, amonia, formaldehid, hidrosianida dan lain - lain.
Bahan - bahan kimia dari rokok selain bersifat toksis terhadap jaringan syaraf, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyakit jantung koroner juga menimbulkan berbagai penyakit paru. Secara patologis fase gas rokok berhubungan dengan hiperpelasia kelenjar mukus dan metaplasia skuamus epitel saluran pernapasan, menyebabkan bronchitis akut sampai kronik dan empisema. Kedua penyakit ini akan menjadi fokos pembahasan dalam kaitannya dengan penelitian ini, sebab 85 % dari penderita penyakit ini disebabkan oleh rokok (Sitoepu, 2000). Memberikan anesthesi, khususnya anesthesi umum inhalasi pada perokok mempunyai resiko yang cukup besar berkaitan dengan keefetifan jalan napas sehubungan produksi mukus yang berlebihan, batuk, spasme bronchus dan sesak akibat dari radang pada saluran napas
Kode File : k049
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – III (pendahuluan – metpen) lengkap
c. Daftar Pustaka
Donasi: Rp. 25.000,-
Dilihat dari besarnya angka perokok di Indonesia, tentu hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji dan dipelajari. Bahan kimia dari rokok yang diisap sebagian besar mempengaruhi kesehatan, khususnya kesehatan paru. Asap rokok mainstream terdiri dari 4000 jenis bahan kimia (Roberts, 1988) yang terbagi menjadi fase partikulat dan fase gas. Pada fase partikulat zat yang yang dihasilkan adalah nikotine, nitrosamine, nitrosonornikotin, polisiklik hidrokarbon, logam berat dan karsinogenik amine. Sedangkan pada fase gas adalah karbonmonoksid, karbondioksid, benzene, amonia, formaldehid, hidrosianida dan lain - lain.
Bahan - bahan kimia dari rokok selain bersifat toksis terhadap jaringan syaraf, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyakit jantung koroner juga menimbulkan berbagai penyakit paru. Secara patologis fase gas rokok berhubungan dengan hiperpelasia kelenjar mukus dan metaplasia skuamus epitel saluran pernapasan, menyebabkan bronchitis akut sampai kronik dan empisema. Kedua penyakit ini akan menjadi fokos pembahasan dalam kaitannya dengan penelitian ini, sebab 85 % dari penderita penyakit ini disebabkan oleh rokok (Sitoepu, 2000). Memberikan anesthesi, khususnya anesthesi umum inhalasi pada perokok mempunyai resiko yang cukup besar berkaitan dengan keefetifan jalan napas sehubungan produksi mukus yang berlebihan, batuk, spasme bronchus dan sesak akibat dari radang pada saluran napas
Kode File : k049
File proposal skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – III (pendahuluan – metpen) lengkap
c. Daftar Pustaka
Donasi: Rp. 25.000,-
Langganan:
Postingan (Atom)