Selasa, 07 Juni 2011

Gambaran tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang hyperemesis gravidarum di Bidan Praktek Swasta XX

Usia kehamilan pertama ikut berkontribusi kepada kematian ibu di Indonesia. Data SKIA 2000 menunjukkan umur media kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun. Sebanyak 46 % perempuan mengalami kehamilan pertama dibawah usia 20 tahun, didesa lebih tinggi (51%) dari pada di kota (37%). Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang hyperemsis gravidarum yaitu pada tingkat tahu dan paham.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu primigravida yang ada di Bidan Praktek Swasta XX. Hasil penelitian menunjukan Gambaran Tingkat Primigravida Tentang Hyperemesis  Gravidarum, pada tingkat Tahu tergolong kurang baik yaitu sebanyak 19 ibu primigravida (51,1%), sedangkan pada tingkat Paham tergolong baik yaitu sebanyak 21 ibu primigravida (56,8%).

Kesimpulan dari data tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar  Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Hyperemesis Gravidarum di Bidan Praktek Swasta XX berpengetahuan Baik. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan Ibu Primigravida lebih meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang Hyperemesis Gravidarum dan juga Ibu Primigravida hendaknya melakukan Asuhan Antenatal Care minimal 4 kali selama kehamilan.

 

 

 

 

 

Kode file : K294

File skripsi ini meliputi :

-          Bagian depan (daftar isi, dll)

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar Pustaka

 

Bentuk file : Ms.word

Charge : Rp. 30.000,-


Hubungan pengetahuan dengan sikap tentang kejadian spotting pada akseptor KB suntik di Pustu XX

Efek samping KB suntik sangat bervariasi, seperti penambahan berat badan, pusing, mual, keputihan, serta perdarahan seperti amenorrhea atau spotting (perdarahan bercak) yang bersifat darah yang irregular atau sementara. Spotting ini belum diketahui secara jelas penyebabnya. Sedangkan faktor predisposisi dari spotting antara lain dipengaruhi oleh lamanya pemakaian dan rendahnya dosis yang diberikan. Spotting atau gangguan perdarahan adalah masalah tersendiri bagi akseptor KB suntik sehingga diperlukan pengetahuan tentang efek samping tersebut, agar akseptor tidak merasa khawatir.

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi dengan menggunakan pendekatan crossectional survey. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu-ibu yang menjadi aksptor KB suntik di Pustu XX. Pada penelitian ini digunakan metode quota sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan ceklis. Analisa hubungan antara pengetahuan dan sikap menggunakan chi square.

Hasil penelitian menggambarkan bahwa bahwa sebagian besar akseptor (66,7%) mempunyai pengetahuan baik. Sebagian besar  akseptor (55,6%) mempunyai sikap negatif. Dari hasil analisa data, ternyata ada hubungan pengetahuan dengan sikap tentang kejadian spotting pada akseptor KB suntik dengan signifikansi (P) melalui uji Fisher`S Exact Test didapatkan nilai 0.000 pada kolom Exact Sig. (2-sided). Dengan mengetahui hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan atau prosedur tetap untuk penyuluhan tentang kejadian spotting pada saat posyandu atau waktu akseptor datang untuk KB suntik, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan khususnya pada KB suntik.

 

 

 

 

 

Kode file : K293

File skripsi ini meliputi :

-          Bagian depan (daftar isi, dll)

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar Pustaka

 

Bentuk file : Ms.word

Charge : Rp. 40.000,-


Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang ASI eksklusif dengan Ketepatan Pemberian MP-ASI di desa XX

Tujuan dari  penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan ketepatan pemberian MP-ASi. Jenis penelitian  ini adalah analitik dengan desain  penelitian Cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di desa XX. Penelitian  ini dilaksanakan pada bulan Mei 2005 dengan jumlah sampel 37 ibu. Syarat untuk menjadi sampel antara lain, ibu yang mempunyai  bayi berumur 6 – 12 bulan, ibu yang bertempat tinggal di desa XX, dan ibu yang bersedia diteliti. Pengumpulan data sekunder diambil dari data Puskesmas XX. Sedangkan untuk data primer diperoleh dengan cara wawancara dan pengamatan dengan menggunakan kuesioner.

Hasil   penelitian yang dilakukan menunjukkan data bahwa pengetahuan ibu terhadap ketepatan pemberian MP-ASI pada tingkat tahu 40,5% adalah baik, 40,5% cukup baik, dan tingkat pengetahuan yang kurang 19%. Pengetahuan ibu terhadap  ketepatan pemberian MP-ASI pada tingkat paham 35,1% adalah baik, 46% cukup baik, 16.2% kurang baik, dan 2,7% tidak baik. Sedangkan ketepatan pemberian MP-ASI 56,8% yang memberikan MP-ASI tepat dan 43,2% yang memberikan MP-ASI tidak tepat.

Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan ketepatan pemberian MP-ASI, maka dilakukan uji statistik Chi – Square dengan menggunakan program komputer SPSS For Windows Versi 10. Berdasarkan uji statistik dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan  ibu terhadap ketepatan pemberian MP-ASI.

Pada akhir  penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar ibu memberikan MP-ASI secara tepat, meskipun masih banyak yang memberikan MP-ASI tidak tepat. Sehingga dari hasil penelitian  ini diharapkan ibu-ibu dapat memberikan ASI sebagai makanan terbaik bagi bayinya hingga usia 6 bulan, sedangkan memberikan makanan pendamping ASI usia 6 – 12 bulan. Sedangkan bayi petugas kesehatan diharapkan peran aktifnya untuk memberikan penyluhan tentang pentingnya ASI eksklusif, manfaat ASi, dan waktu yang tepat memberikan MP-ASI kepada bayinya.

 

 

 

 

Kode file : K292

File skripsi ini meliputi :

-          Bagian depan (Abstraks, dll)

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar Pustaka

 

Bentuk file : Ms.word

Charge : Rp. 40.000,-


Faktor-faktor kecenderungan ibu dalam memilih kontrasepsi IUD (intra uterine device) di desa XX

Kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga biasanya dikaitkan dengan konsep perencanaan keluarga, pasangan muda dianggap lebih siap baik secara mental, spiritual maupun finansial dalam penataan masa depan anak-anak mereka. Untuk mendapatkan alat kontrasepsi yang tepat ada berbagai macam faktor. Berdasarkan data yang ada di polindes XX, jumlah akseptor keluarga berencana yang aktif mencapai 800 orang. Namun hanya 3.75% yang memakai kontrasepsi IUD (intra uterine device).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor kecenderungan ibu dalam memilih kontrasepsi IUD (intra uterine device) di desa XX. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2005 dengan menggunakan pendekatan survey. Populasi dari penelitian ini adalah total populasi dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik Total sampling.

Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa tingkat pengetahuan umumnya baik (86.7%) dan cukup (13.3%). Usia antara 26-30 tahun (36.7%), dengan paritas 2 anak (56.7%). Dilihat dari keadaan sosial budaya sebagian besar memakai IUD (intra uterine device) dikarenakan tidak ada larangan dari adat istiadat (80%). Dari segi agama, tidak ada larangan dalam agama mereka (46.7%).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan ibu tentang kontrasepsi IUD (intra uterine device) umumnya baik dengan rata-rata usia antara 26-30 tahun. Faktor paritas menunjukkan bahwa sebagian responden menggunakan IUD (Intra Uterine Device) setelah mempunyai 2 anak. Dalam sosial budaya dan agama, ternyata sebagian besar tidak melarang penggunaan IUD (intra uterine device). Saran yang dapat diberikan adalah menganjurkan untuk melakukan kunjungan ulang secara rutin dan bersosialisasi dengan ibu-ibu lain yang belum menggunakan kontrasepsi IUD (intra uterine device).

 

 

 

 

 

Kode file : K291

File skripsi ini meliputi :

-          Bagian depan (Abstraks, dll)

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar Pustaka

 

Bentuk file : Ms.word

Charge : Rp. 40.000,-


Pengaruh Faktor Predisposisi Pasangan Usia Subur Terhadap Pemilihan Dan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal.

            Program KB merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, salah satunya yaitu dengan KB hormonal, yaitu pil, suntik, susuk. Dari ketiga jenis KB tersebut mempunyai daya guna yang tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi ibu dalam memilih jenis kontrasepsi salah satunya yaitu usia, peran pengambil keputusan, jumlah anak atau paritas, pengalaman dengan kontrasepsi yang lalu, status sosial. Namun demikian banyak dari Ibu-Ibu yang menggunakan jenis kontrasepsi yang dirasa kurang sesuai, hal ini dapat dilihat pada masyarakat pengguna kontrasepsi hormonal, yang kebanyakan dari mereka menggunakan jenis kontrasepsi secara sembarangan.

            Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan crosseksional, yang bertujuan untuk mengetahui apakah faktor predisposisi tadi mempengaruhi ibu dalam memilih dan menggunakan kontrasepsi hormonal, dan penelitian dilakukan dalam satu kali pada satu saat. Dimana populasi dari penelitian ini sebanyak 440 orang dengan jumlah sampel 81 orang dan cara pengambilan sampel dengan tehnik random dengan quota sampling yaitu diambil dari responden yang menempati Rw I dan Rt 01-10 tiap Rt diambil 8-9 orang.

            Berdasarkan hasil penelitian dan dari hasil chi-square didapatkan bahwa usia para akseptor kebanyakan >35, peran pengambil keputusan dipegang istri, jumlah anak > 3, tidak ada pengalaman dengan kontrasepsi yang lalu, pendidikan kebanyakan SD, dan  kebanyakan tidak bekerja, dan yang mempengaruhi mereka dalam memilih dan menggunakan jenis kontrasepsi adalah pekerjaan dan pengalaman dengan yang lalu.

            Kesimpulan dari penelitian ini ternyata didapatkan bahwa usia, peran pengambil keputusan, jumlah anak, pendidikan tidak mempengaruhi mereka dalam memilih dan menggunakan jenis kontrasepsi, tetapi pekerjaan dan pengalaman dengan yang lalu mempengaruhi mereka dalam memilih dan menggunakan kontrasepsi yang akan ia pilih.  Saran yang dapat diberikan pada tim kesehatan adalah agar mereka meningkatkan penyuluhan juga memberikan pendidikan kesehatan bagi keluarga dengan jelas dan mudah dimengerti.

 

 

 

 

 

Kode file : K290

File skripsi ini meliputi :

-          Bagian depan (Abstraks, dll)

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar Pustaka

 

Bentuk file : Ms.word

Charge : Rp. 40.000,-


Tingkat pengetahuan ibu balita tentang deteksi dini autisme di BPS XX.

Autisme merupakan suatu sindrom neuropsikiatrik yang ditandai oleh gangguan sosial dan komunikasi disertai dengan keterbatasan tingkah laku atau pengulangan tingkah laku dan perhatian. Kelainan perkembangan ini akan muncul dalam waktu 3 tahun pertama dan akan menetap pada masa dewasa. (Muid, …et all, 2004). Untuk mengetahui kemungkinan anak terkena autisme perlu dilakukan deteksi dini sejak usia sebelum 3 tahun. Namun demikian tidak semua ibu – ibu mengetahui tentang autisme, hal ini dapat ditunjukkan dari hasil survey pendahuluan yaitu dari 50 ibu balita yang datang di Bidan Praktek Swasta (BPS) XX, 80% tidak mengetahui tentang autisme maupun deteksi dini autisme.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif, karena bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahan ibu balita tentang deteksi dini autisme dimana populasi dari penelitian ini sebanyak 200 orang dengan jumlah sampel 40 orang dan cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidential sampling.

Berdasarkan analisa deskriptif diperoleh hasil bahwa tingkat pengetahuan pada tahap tahu sebanyak 32,5% dengan kriteria baik, 57,5% cukup baik dan 10% kurang baik. Sedangkan tingkat pengetahuan pada tahap paham diperoleh sebanyak 30% dengan kriteria baik, 60% cukup baik dan 10% kurang baik.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ternyata tingkat pengetahuan ibu balita di  Bidan Praktek Swasta  tersebut sudah baik. Hal ini dapat terjadi karena pengetahuan dapat dipengaruhi oleh umur, pendidikan, sosial, ekonomi,  media massa dan perilaku   perubahan manusia itu sendiri. Saran yang dapat diberikan kepada Bidan Praktek Swasta tersebut adalah agar lebih meningkatkan pengetahuan pada kliennya terutama pada ibu-ibu balita dengan penyuluhan ataupun pemberian leaflet.

 

 

 

 

 

Kode file : K289

File skripsi ini meliputi :

-          Bagian depan (Abstraks, dll)

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar Pustaka

 

Bentuk file : Ms.word

Charge : Rp. 40.000,-


Pengaruh Makanan Kecil Pada Pagi Hari Terhadap Morning Sickness Pada Ibu Hamil Trimester Pertama di Polindes XX

Sebagian besar ibu hamil mengalami morning sickness. Morning sickness ini jika berlebihan dapat membahayakan keadaan ibu dan janin. Untuk mengatasi morning sickness salah satunya adalah dengan makan makanan kecil (biskuit) pada pagi hari. Tujuan penelitian ini antara lain mengidentifikasi makanan kecil bagi ibu hamil, dan mengidentifikasi pengaruh makanan kecil pada pagi hari terhadap morning sickness.

Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil di Polindes XX yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel dalam penelitian ini 78,9% dari populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode wawancara (interview) yang dilengkapi dengan angket.

Hasil penelitian menunjukkan pengaruh makan makanan kecil (biskuit) pada pagi hari terhadap morning sickness sebagian besar (87%) berkurang, sedangkan  sisanya (13%) tetap. Kesimpulan dari penelitian adalah ada pengaruh makanan kecil (biskuit) pada pagi hari terhadap morning sickness. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil uji analisa non-parametriks tes prosedur tes binominal bahwa Asymp Sig (0,000) < α (0,05). Saran yang diberikan pada Polindes Jeru adalah agar lebih meningkatkan pemberian informasi dan pengetahuan tentang morning sickness.

 

 

 

 

 

Kode file : K288

File skripsi ini meliputi :

-          Bagian depan (Abstraks, dll)

-          Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

-          Daftar Pustaka

 

Bentuk file : Ms.word

Charge : Rp. 50.000,-