Kegawatdaruratan psikiatri adalah suatu gangguan dalam berpikir, perasaan atau tingkah laku yang memerlukan intervensi pengobatan secepatnya. Di dalam kegawatdaruratan psikiatri seseorang mempunyai resiko bermakna bagi dirinya sendiri dan orang lain, contoh yang sering adalah perilaku kekerasan (amuk) dimana Unit Gawat Darurat (UGD) merupakan unit yang pertama kalinya melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Penelitian ini bersifat analisa korelasi, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat terhadap pengetahuan kegawat-daruratan pasien amuk di Rumah RSJ Lampung Tahun 2007, pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tanggal 8-14 Agustus 2007, dengan responden sebanyak 32 orang perawat yang dijadikan populasi sekaligus sampel, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik populasi, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner, peneliti menyebar kuesioner dengan cara wawancara dengan masing-masing responden, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara umur dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=0,854 yang berarti (p>=0,05) OR = 1,5, 95%CI: 0,3 – 6,3, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=0,7 yang berarti (p>=0,05) OR = 1,6, 95%CI: 0,3 – 7,4, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pendidikan dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=1 yang berarti (p>=0,05) OR = 0,5, 95%CI: 0,03 – 10,2, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pelatihan dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=1 yang berarti (p>=0,05) OR = 1,9, 95%CI: 0,1 – 21,1, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pekerjaan dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=1 yang berarti (p>=0,05) OR = 1,07, 95%CI: 0,2 – 4,8, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara lama kerja dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=0,6 yang berarti (p>=0,05) OR = 2, 95%CI: 0,3 – 10,1, sehingga Ha ditolak. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara ekonomi dengan pengetahuan perawat tentang kegawatdaruratan pasien amuk di RSJ Propinsi Lampung, dimana nilai p value=0,5 yang berarti (p>=0,05) OR = 2,1, 95%CI: 0,4 – 8,9, sehingga Ha ditolak. Saran yang dapat penulis berikan bagi tenaga kesehatan terutama perawat dapat dijadikan masukan untuk dapat lebih meningkatkan pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik pada pasien amuk. Salah satunya dengan cara terus mengikuti pelatihan yang dilaksanakan baik di luar lingkungan RSJ Propinsi maupun di dalam lingkungan RSJ itu sendiri
Kode File : K088
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2
Donasi : Rp. 40.000,-
Rabu, 01 April 2009
Efektivitas Tindakan Penghisapan Sekresi Endotrakeal Terhadap Pencegahan Resiko Terjadinya Pneumonia Pada Klien Dengan Ventilator Mekanik
Resiko pemasangan ventilator mekanik (VM) pada klien yang mengalami gangguan sistem pernapasan merupakan hal yang harus dihadapi dalam upaya menyelamatkan hidup seseorang. Peranan VM sebagai salah satu alat terapi gawat napas sudah tidak diragukan lagi, sehingga VM merupakan salah satu alat yang relatif sering digunakan di Unit Perawatan Intensif (ICU).
Hambatan dari fungsi fisiologis diatas akan menimbulkan masalah terjadinya retensi sputum yang mengakibatkan gangguan transportasi oksigen pada saluran napas, atelektasis yang akan menghambat difusi oksigen di paru-paru ataupun pnemonia yang menyebabkan kerusakan parenkim paru. Keadaan ini akan memperburuk kondisi klien yang sedang dirawat dengan VM.
Resiko terkena pneumonia pada klien dengan VM 20 kali lebih besar dibandingkan yang tidak memakai VM, dengan angka insiden antara 25 % - 70 %. Juga angka kematiannya sepertiga karena pneumonia, sedang sisanya disebabkan penyakit dasarnya.
Makin lama seseorang terpasang VM makin besar insiden terkena pneumonia. Dari data yang ada pemasangan VM yang kurang dari 24 jam tidak ada insiden terkena pneumonia. Pemasangan selama 1 hari insiden 5 %, dan resiko peningkatan insiden 1 % setiap harinya. Pemasangan VM lebih dari 30 hari insiden terkena 68,8%.
Melihat dampak yang bisa terjadi pada pemasangan VM sangat kompleks, serta kemampuan klien untuk mengeluarkan sekret ke percabangan trakeo bronkhial terbatas, maka perlu sekali membantu klien untuk menjaga agar saluran napasnya tetap bersih, sehingga proses transportasi oksigen berjalan lancar serta mencegah terjadinya pneumonia. Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan yaitu melakukan penghisapan sekret endotrakeal dengan tehnik aseptis dan sesuai prosedur. Adapun frekwensi penghisapan merupakan keputusan mandiri dari tindakan keperawatan.
Kode File : J005
File skripsi ini meliputi :
a. Bagian depan
b. Bab I – VII (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll
Harga : Rp. 50.000,-
Hambatan dari fungsi fisiologis diatas akan menimbulkan masalah terjadinya retensi sputum yang mengakibatkan gangguan transportasi oksigen pada saluran napas, atelektasis yang akan menghambat difusi oksigen di paru-paru ataupun pnemonia yang menyebabkan kerusakan parenkim paru. Keadaan ini akan memperburuk kondisi klien yang sedang dirawat dengan VM.
Resiko terkena pneumonia pada klien dengan VM 20 kali lebih besar dibandingkan yang tidak memakai VM, dengan angka insiden antara 25 % - 70 %. Juga angka kematiannya sepertiga karena pneumonia, sedang sisanya disebabkan penyakit dasarnya.
Makin lama seseorang terpasang VM makin besar insiden terkena pneumonia. Dari data yang ada pemasangan VM yang kurang dari 24 jam tidak ada insiden terkena pneumonia. Pemasangan selama 1 hari insiden 5 %, dan resiko peningkatan insiden 1 % setiap harinya. Pemasangan VM lebih dari 30 hari insiden terkena 68,8%.
Melihat dampak yang bisa terjadi pada pemasangan VM sangat kompleks, serta kemampuan klien untuk mengeluarkan sekret ke percabangan trakeo bronkhial terbatas, maka perlu sekali membantu klien untuk menjaga agar saluran napasnya tetap bersih, sehingga proses transportasi oksigen berjalan lancar serta mencegah terjadinya pneumonia. Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan yaitu melakukan penghisapan sekret endotrakeal dengan tehnik aseptis dan sesuai prosedur. Adapun frekwensi penghisapan merupakan keputusan mandiri dari tindakan keperawatan.
Kode File : J005
File skripsi ini meliputi :
a. Bagian depan
b. Bab I – VII (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, dll
Harga : Rp. 50.000,-
Studi Komparasi Perkembangan Anak Usia Toddler pada Anak yang Lahir Prematur dan yang Lahir Aterm
Usia kehamilan ternyata sangat menentukan kualitas tunbuh kembang. Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan dini, dengan berat lahir yang sangat rendah, berpotensi terkena berbagai komplikasi yang bisa dibawa hingga menjadi manusia dewasa. Karena itu, memperpanjang kehidupan dalam rahim, merupakan jalan terbaik agar bayi dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaaan perkembangan anak usia toddler pada anak yang lahir prematur dan yang lahir aterm di wilayah kerja puskesmas X. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif komparatif. Sampel dalam penelitian ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok anak yang mempunyai riwayat lahir prematur (n = 21) dan kelompok anak yang lahir aterm (n = 30). Variabel independen dalam penelitian adalah anak yang lahir prematur dan yang lahir aterm dan variabel dependennya adalah perkembangan anak usia toddler menurut DDST. Hasil yang didapatkan berdasarkan DDST, perkembangan responden prematur menunjukkan bahwa hampir setengahnya, yaitu pada 7 anak (33,3%) memiliki perkembangan yang normal, 8 anak (38,1%) memiliki perkembangan meragukan dan sebanyak 6 anak (28,5%) memiliki perkembangan abnormal. Sedangkan tidak satupun (0%) responden yang tidak dapat dites. Sedangkan perkembangan responden pada anak aterm menunjukkan bahwa sebagian besar atau sebanyak 18 responden (60%) memiliki perkembangan normal, hampir setengahnya yaitu 8 responden (26,6%) memiliki perkembangan meragukan, sebagian kecil yaitu sebanyak 4 responden (13,3%) abnormal dan tidak satupun (0%) tidak dapat dites. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kelahiran prematur bukan merupakan satu-satunya penyebab keterlambatan perkembangan anak tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang saling berkaitan dan mendukung.
Kode file : J004
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, hasil tabulasi, dll
Harga : Rp. 50.000,-
Kode file : J004
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstrak, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Instrumen, hasil tabulasi, dll
Harga : Rp. 50.000,-
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Perilaku Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan Di Puskesmas Rawat Inap
Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan masalah nasional yang perlu mendapatkan prioritas utama khususnya bagi ibu hamil. Masa kehamilan ini merupakan masa yang berbahaya bagi bayi/balita karena terdapat risiko infeksi yang lebih tinggi selama proses ini, dan sebaiknya untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sejak ibu merasa hamil. Selain itu, pengetahuan yang baik serta sikap yang mendukung merupakan salah satu faktor yang berhubungan terhadap perilaku,untuk melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Maka penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan. Hipotesis yang diajukan ialah adanya hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer dari wawancara terpimpin dengan kuisioner serta data sekunder dari rekam medik (keadaan sehat ibu hamil). Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung pada tanggal 28 November 2007 - 10 Januari 2008. Populasi penelitian ialah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung dengan kriteria inklusi: mulai dari ibu hamil yang berada di wilayah kerja puskesmas, sampai ibu hamil dengan keadaan normal dengan umur kehamilan trimester III. Semua populasi yang telah memenuhi kriteria inklusi digunakan sebagai sampel, sehingga diperoleh sampel sebanyak 106 orang. Analisis data secara bivariat menggunakan uji statistik Chi Square dan uji korelasi Koefisien Kontingensi dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengetahuan ibu hamil dari seluruh sampel paling banyak memiliki pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 58 orang (54,7%). Sikap Ibu hamil dari seluruh sampel, memperlihatkan sikap yang mendukung sebanyak 51 orang (48,1%), sedangkan perilaku kunjungan pemeriksaan ibu hamil yang tinggi sebanyak 61 orang (57,5%). Uji statistik memperlihatkan bahwa adanya hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil terhadap Perilaku Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan
Kode file : J003
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstraks, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Instrumen, Dll)
Harga : Rp. 50.000,-
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer dari wawancara terpimpin dengan kuisioner serta data sekunder dari rekam medik (keadaan sehat ibu hamil). Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung pada tanggal 28 November 2007 - 10 Januari 2008. Populasi penelitian ialah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung dengan kriteria inklusi: mulai dari ibu hamil yang berada di wilayah kerja puskesmas, sampai ibu hamil dengan keadaan normal dengan umur kehamilan trimester III. Semua populasi yang telah memenuhi kriteria inklusi digunakan sebagai sampel, sehingga diperoleh sampel sebanyak 106 orang. Analisis data secara bivariat menggunakan uji statistik Chi Square dan uji korelasi Koefisien Kontingensi dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengetahuan ibu hamil dari seluruh sampel paling banyak memiliki pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 58 orang (54,7%). Sikap Ibu hamil dari seluruh sampel, memperlihatkan sikap yang mendukung sebanyak 51 orang (48,1%), sedangkan perilaku kunjungan pemeriksaan ibu hamil yang tinggi sebanyak 61 orang (57,5%). Uji statistik memperlihatkan bahwa adanya hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil terhadap Perilaku Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan
Kode file : J003
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstraks, kata pengantar, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Instrumen, Dll)
Harga : Rp. 50.000,-
Standar Pelayanan RSGM yang diukur melalui kepatuhan prosedur kerja yang diterapkan oleh RSGM FKG Universitas
Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat, oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat (Keputusan Menteri Kesehatan No. 228/2002).
Penilaian adalah suatu proses yang teratur dan sistematis dalam membandingkan hasil yang dicapai dengan tolok ukur atau kriteria yang telah ditetapkan, dilanjutkan dengan pengambilan kesimpulan serta penyusunan saran-saran yang dapat dilakukan pada setiap tahap dari pelaksanaan program.
Penilaian tentang standar pelayanan rumah sakit melalui kepatuhan prosedur kerja di RSGM FKG Universitas Jember merupakan salah satu upaya evaluasi hasil karya tenaga kerja dengan membandingkan terhadap standar. Penilaian prestasi harus melibatkan seluruh jajaran organisasi, penilaian harus mengetahui benar aspek yang berkaitan dengan tugas, tanggung jawab tenaga kerja dan mengetahui kriteria yang akan dinilai, terlebih dahulu harus ditetapkan instrumen penilaian prestasi kerja
RSGM FKG Universitas Jember merupakan salah satu rumah sakit pendidikan dengan rata-rata kunjungan per hari 118 orang dan jumlah total kunjungan dalam 1 tahun adalah 25.759 orang. Jumlah tersebut sudah melebihi standar minimal rata-rata kunjungan yang telah ditetapkan. Dewi Irin (2005), menyatakan bahwa 85,7% responden menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan RSGM FKG Universitas Jember. Iin Rahmawati (2006) menyatakan bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut di RSGM belum baik, karena hanya 41,8% responden yang menjawab baik. Dengan jumlah pasien setiap tahun yang terus meningkat, penulis ingin mengetahui apakah pelayanan yang diberikan kepada pasien sudah mematuhi standar pelayanan yang berlaku.
Kode file : J002
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstraks, kata pengantara, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. LAMPIRAN2 (INSTRUMEN, DLL)
Harga : Rp. 50.000,-
Penilaian adalah suatu proses yang teratur dan sistematis dalam membandingkan hasil yang dicapai dengan tolok ukur atau kriteria yang telah ditetapkan, dilanjutkan dengan pengambilan kesimpulan serta penyusunan saran-saran yang dapat dilakukan pada setiap tahap dari pelaksanaan program.
Penilaian tentang standar pelayanan rumah sakit melalui kepatuhan prosedur kerja di RSGM FKG Universitas Jember merupakan salah satu upaya evaluasi hasil karya tenaga kerja dengan membandingkan terhadap standar. Penilaian prestasi harus melibatkan seluruh jajaran organisasi, penilaian harus mengetahui benar aspek yang berkaitan dengan tugas, tanggung jawab tenaga kerja dan mengetahui kriteria yang akan dinilai, terlebih dahulu harus ditetapkan instrumen penilaian prestasi kerja
RSGM FKG Universitas Jember merupakan salah satu rumah sakit pendidikan dengan rata-rata kunjungan per hari 118 orang dan jumlah total kunjungan dalam 1 tahun adalah 25.759 orang. Jumlah tersebut sudah melebihi standar minimal rata-rata kunjungan yang telah ditetapkan. Dewi Irin (2005), menyatakan bahwa 85,7% responden menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan RSGM FKG Universitas Jember. Iin Rahmawati (2006) menyatakan bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut di RSGM belum baik, karena hanya 41,8% responden yang menjawab baik. Dengan jumlah pasien setiap tahun yang terus meningkat, penulis ingin mengetahui apakah pelayanan yang diberikan kepada pasien sudah mematuhi standar pelayanan yang berlaku.
Kode file : J002
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (abstraks, kata pengantara, daftar isi, dll)
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. LAMPIRAN2 (INSTRUMEN, DLL)
Harga : Rp. 50.000,-
Faktor Yang Mempengaruhi Daya Tahan Kardorespirasi Siswa-Siswi SMA 2 XXX
Kepentingan kesegaran jasmani dalam pemeliharaan kesehatan tidak diragukan lagi, semakin tinggi tingkat kesehatan, maka kesegaran jasmani akan semakin baik pula. Manusia yang sehat dan memiliki tingkat kesegaran yang baik akan mampu berprestasi dalam pekerjaan sehingga tingkat produktivitas akan meningkat.
Hasil penelitian survey kesegaran jasmani pada usia kerja yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan pada tahun 1993 yaitu 92,4% termasuk kategori kurang. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Pradono tahun 1998 pada usia 20-39 tahun warga Kebon Manggis, Jakarta Timur diperoleh hasil pengukuran VO2max 50,2% termasuk kategori sangat kurang, 26,8% kurang, 15% cukup dan 7,7% baik.
Kesegaran jasmani seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni, faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud faktor internal adalah sesuatu yang sudah terdapat dalam tubuh seseorang yang bersifat menetap misalnya genetik, umur, jenis kelemin. Sedangkan faktor eksternal diantaranya aktivitas fisik, lingkungan dan kebiasaan merokok.
Dr. Brotz telah menuliskan pada tahun 1983 dalam journal of American Medical Association sebagai berikut: tidak ada obat yang bisa digunakan sekarang atau masa depan yang memberikan dan mempertahankan kesehatan yanglebih baik dari pada kebiasaan yang senantiasa berolahraga. Banyak penelitian mengenai efek latihan olahraga pada usia muda. Dari penelitian Allewison dan Andrews 1976, sepertiga hari sekolah dicurahkan pada pendidikan jasmani. Hasilnya secara dramatis terlihat sebagai anak yang kuat, badan yang sehat dan cenderung memiliki kemampuan akademik yang baik.
US Centers for Desease Control and Prevention (CDC) dan American Collage of Sport Medicine melaporkan bahwa sebanyak 250.000 jiwa melayang setiap tahun karena gaya hidup yang pasif. Ketidak aktifan memberikan kontribusi kematian yang besar (34%) dan menelan biaya $5,7 milyar pertahun (Sharkey). Kekurangan gerak atau kurangnya keterlibatan secara aktif dalam berolahraga dapat menyebabkan derajat kesegaran jasmani yang rendah.
Kekurangan gerak dan kurangnya latihan dengan intensitas yang memadai dapat menimbulkan penyakit kurang gerak. Penyakit ini menampakkan dirinya dalam beberapa gejala seperti tubuh tambun atau berkadar lemak tinggi, fungsi organ tubuh yang lemah dan hidup yang cenderung tidak bergairah. Penderita cenderung mengidap penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, paru-paru, dan ginjal, tekanan darah tinggi dan gangguan pencernaan.
Daya tahan kardiorespirasi atau aerobic capacity merupakan komponen terpenting dari kebugaran jasmani. Seseorang dengan kapasitas aerobik yang baik, memiliki jantung yang efisien, paru-paru yang efektif, peredaran darah yang baik pula, yang dapat mensuplai otot-otot sehingga yang bersangkutan mampu bekerja secara kontiniu tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.
Kode file : J001
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (daftar isi, dll)
b. Bab I – VII (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Kuesioner
Harga : Rp. 20.000,-
Hasil penelitian survey kesegaran jasmani pada usia kerja yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan pada tahun 1993 yaitu 92,4% termasuk kategori kurang. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Pradono tahun 1998 pada usia 20-39 tahun warga Kebon Manggis, Jakarta Timur diperoleh hasil pengukuran VO2max 50,2% termasuk kategori sangat kurang, 26,8% kurang, 15% cukup dan 7,7% baik.
Kesegaran jasmani seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni, faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud faktor internal adalah sesuatu yang sudah terdapat dalam tubuh seseorang yang bersifat menetap misalnya genetik, umur, jenis kelemin. Sedangkan faktor eksternal diantaranya aktivitas fisik, lingkungan dan kebiasaan merokok.
Dr. Brotz telah menuliskan pada tahun 1983 dalam journal of American Medical Association sebagai berikut: tidak ada obat yang bisa digunakan sekarang atau masa depan yang memberikan dan mempertahankan kesehatan yanglebih baik dari pada kebiasaan yang senantiasa berolahraga. Banyak penelitian mengenai efek latihan olahraga pada usia muda. Dari penelitian Allewison dan Andrews 1976, sepertiga hari sekolah dicurahkan pada pendidikan jasmani. Hasilnya secara dramatis terlihat sebagai anak yang kuat, badan yang sehat dan cenderung memiliki kemampuan akademik yang baik.
US Centers for Desease Control and Prevention (CDC) dan American Collage of Sport Medicine melaporkan bahwa sebanyak 250.000 jiwa melayang setiap tahun karena gaya hidup yang pasif. Ketidak aktifan memberikan kontribusi kematian yang besar (34%) dan menelan biaya $5,7 milyar pertahun (Sharkey). Kekurangan gerak atau kurangnya keterlibatan secara aktif dalam berolahraga dapat menyebabkan derajat kesegaran jasmani yang rendah.
Kekurangan gerak dan kurangnya latihan dengan intensitas yang memadai dapat menimbulkan penyakit kurang gerak. Penyakit ini menampakkan dirinya dalam beberapa gejala seperti tubuh tambun atau berkadar lemak tinggi, fungsi organ tubuh yang lemah dan hidup yang cenderung tidak bergairah. Penderita cenderung mengidap penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, paru-paru, dan ginjal, tekanan darah tinggi dan gangguan pencernaan.
Daya tahan kardiorespirasi atau aerobic capacity merupakan komponen terpenting dari kebugaran jasmani. Seseorang dengan kapasitas aerobik yang baik, memiliki jantung yang efisien, paru-paru yang efektif, peredaran darah yang baik pula, yang dapat mensuplai otot-otot sehingga yang bersangkutan mampu bekerja secara kontiniu tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.
Kode file : J001
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan (daftar isi, dll)
b. Bab I – VII (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Kuesioner
Harga : Rp. 20.000,-
Keluhan Xerostomia (Mulut Kering) Ditinjau Dari Penyebab Dan Penanggulangannya
Mulut adalah gerbang utama masuknya segala macam penyakit. Keadaan rongga mulut yang tidak sehat dapat menyebabkan kelainan pada organ lain. Penyakit-penyakit yang timbul akibat gigi dan mulut yang rusak disebut focal infection dental origin atau focal infection (FI). Infeksi masuk lewat gigi dan mulut dan kemudian menjalar ke organ-organ lain (Hartono, 2004). Sejak dahulu hingga kini banyak keluhan yang dapat timbul di rongga mulut. Salah satunya keluhan mulut kering atau xerostomia. Keadaan ini umumnya berhubungan dengan berkurangnya aliran pada kelenjar saliva, namun adakalanya jumlah atau aliran saliva normal tetapi seseorang tetap mengeluh mulutnya kering. Keluhan mulut kering dapat terjadi akut atau kronis, sementara atau permanen. Dalam bentuk apa keluhan mulut kering timbul tergantung dari penyebabnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan mulut kering, seperti radiasi pada daerah leher dan kepala, Sjogren sindrom, penyakit-penyakit sistemik, efek samping obat-obatan, stress dan juga usia (Hasibuan, 2002). Menurut Wiriawan (1998) kelenjar saliva terdiri atas tiga pasang kelenjar saliva mayor (parotis, submandibularis, dan sublingualis) dan beberapa kelenjar-kelenjar kecil yang tersebar di seluruh mukosa mulut. Kelainan dapat terlokalisir pada sebuah kelenjar atau mengenai semua kelenjar. Penyakit yang menyerang kelenjar saliva dapat berakibat pada berkurangnya saliva, yang akan menimbulkan berbagai gejala dalam mulut seperti terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri sialanenitis bakterial.
Sebagaimana diketahui bahwa ludah adalah cairan kental yang diproduksi oleh kelenjar ludah. Kelenjar-kelenjar ludah tersebut terletak di bawah lidah, daerah otot pipi dan di daerah dekat langit-langit. Selain itu 99,5% air ludah terdiri dari air. Sisanya bermacam-macam, ada zat-zat seperti kalsium (zat kapur), fosfor, natrium, magnesium dan lain-lain. Di samping itu juga terdapat mucin, enzima-enzima seperti enzima amylase (Machfoedz dan Zein, 2005). Keluhan mulut kering sering ditemukan pada usia lanjut. Keadaan ini disebabkan oleh adanya perubahan atropi pada kelenjar saliva sesuai dengan pertambahan umur yang akan menurunkan produksi saliva (Hasibuan, 2002). Amerongan (2001) menyebutkan bahwa mulut kering disebabkan karena pernafasan melalui mulut yang terus menerus, tetapi juga oleh gangguan fungsi kelenjar ludah mayor. Perasaan mulut kering terjadi bila kecepatan resorpsi air oleh mukosa mulut bersama-sama dengan penguapan air mukosa mulut lebih besar daripada kecepatan sekresi ludah. Normal diproduksi 500-600 ml ludah tiap hari. Bila sekresi ludah besarnya 20-90 ml/hari maka ini disebut hiposialia. Pada sekresi ludah kurang dari 0,06 ml/menit(=3 ml/jam) akan timbul keluhan mulut kering. Bila produksi kurang dari 20 ml/hari dan berlangsung dalam waktu lama, maka keadaan ini disebut xerostomia. Dari sekitar 5% jumlah penderita xerostomia, sebagian besar mulut kering disebabkan karena adanya sindroma Sjögren (L.F.E. Michels) atau kekeringan yang terjadi pada mukosa mulut. Juga penderita dengan tumor leher merupakan sekitar 5% dari penderita xerostomia. Sedangkan menurut Wiwiek (2008) xerostomia terjadi pada sekitar 70-97% penderita terutama stadium lanjut.
Kode File : J006
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – IV (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2
Harga : Rp. 30.000,-
Sebagaimana diketahui bahwa ludah adalah cairan kental yang diproduksi oleh kelenjar ludah. Kelenjar-kelenjar ludah tersebut terletak di bawah lidah, daerah otot pipi dan di daerah dekat langit-langit. Selain itu 99,5% air ludah terdiri dari air. Sisanya bermacam-macam, ada zat-zat seperti kalsium (zat kapur), fosfor, natrium, magnesium dan lain-lain. Di samping itu juga terdapat mucin, enzima-enzima seperti enzima amylase (Machfoedz dan Zein, 2005). Keluhan mulut kering sering ditemukan pada usia lanjut. Keadaan ini disebabkan oleh adanya perubahan atropi pada kelenjar saliva sesuai dengan pertambahan umur yang akan menurunkan produksi saliva (Hasibuan, 2002). Amerongan (2001) menyebutkan bahwa mulut kering disebabkan karena pernafasan melalui mulut yang terus menerus, tetapi juga oleh gangguan fungsi kelenjar ludah mayor. Perasaan mulut kering terjadi bila kecepatan resorpsi air oleh mukosa mulut bersama-sama dengan penguapan air mukosa mulut lebih besar daripada kecepatan sekresi ludah. Normal diproduksi 500-600 ml ludah tiap hari. Bila sekresi ludah besarnya 20-90 ml/hari maka ini disebut hiposialia. Pada sekresi ludah kurang dari 0,06 ml/menit(=3 ml/jam) akan timbul keluhan mulut kering. Bila produksi kurang dari 20 ml/hari dan berlangsung dalam waktu lama, maka keadaan ini disebut xerostomia. Dari sekitar 5% jumlah penderita xerostomia, sebagian besar mulut kering disebabkan karena adanya sindroma Sjögren (L.F.E. Michels) atau kekeringan yang terjadi pada mukosa mulut. Juga penderita dengan tumor leher merupakan sekitar 5% dari penderita xerostomia. Sedangkan menurut Wiwiek (2008) xerostomia terjadi pada sekitar 70-97% penderita terutama stadium lanjut.
Kode File : J006
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – IV (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2
Harga : Rp. 30.000,-
Langganan:
Postingan (Atom)